《Warta Dharmadesana Arya Sheng-yen Lu 27 Oktober 2013》Arya Dharmaraja Lian Sheng membabarkan metode Penyerap dan Penuntun pada sadhana Dzogchen, hati tanpa ambisi adalah sebuah keutamaan dalam pelatihan Bhavana!
(TBSky/Laporan oleh V.A Huijun) Maha Mayuri Vidyarajni mengenakan mahkota Vairocana Tathagata, empat lengan berwarna emas atau putih ataupun penggabungan warna emas dan putih, di atas kepala mengenakan mahkota Panca Buddha.
Lengan kanan pertama memegang Teratai Putih, lengan kanan kedua memegang buah Matulunga berwarna merah (Red : buah penjalin jodoh baik/俱緣果) ; lengan kiri pertama memegang buah Bilva berwarna kuning (Red : buah sejahtera/吉祥果), lengan kiri kedua memegang bulu merak.
Maha Mayuri Vidyarajni menyimbolkan Tiga Tathagata :
Maha Mayuri Vidyarajni adalah Wujud Penikmatan (Red: Sambhoga-kaya) Buddha Sakyamuni, karena pada kelahiran lampau Buddha Sakyamuni, ada sebuah kehidupan dimana Ia menjadi Raja Merak, jadi merupakan tubuh Sambhogakaya Buddha Sakyamuni.
Maha Mayuri Vidyarajni adalah Wujud Penjelmaan (Red: Nirmana-kaya) Buddha Amitabha, pada Sutra Amitabha tertera bahwa di alam suci Sukhavatiloka terdapat Jivamjivaka (Red: burung berjiwa kolektif/共命之鳥), terdapat burung merak, burung nuri, burung Kalavinka, salah satu daripadanya yaitu Merak merupakan wujud penjelmaan Buddha Amitabha.
Tathagata Vairocana sendiri mengenakan mahkota Panca Buddha, dengan paras nan agung, seluruh paras wajah Beliau merupakan paras wajah Maha Mayuri Vidyarajni. Maha Mayuri Vidyarajni adalah Wujud Emanasi (Red: Nisyanda-kaya) Vairocana Tathagata, wujud yang sama setara, jadi Ia merupakan wujud transformasi utama dari penggabungan Tiga sosok Buddha.
Pot Abhiseka pada aliran Tantrayana, pasti ditancapkan sebatang bulu merak, yang menandakan manifestasi Pot Abhiseka tersebut, sepenuhnya adalah wujud penjelmaan Maha Mayuri Vidyarajni, dengan kata lain Pot Abhiseka tidak lain adalah wujud penjelmaan daripada Maha Mayuri Vidyarajni.
Oleh karena terdapat daya kekuatan Dharmabala Tiga Buddha yang tergabung bersama-sama, maka Maha Mayuri Vidyarajni mampu mengalihkan karma tetap, suratan takdir yang sukar dihindarkan sekalipun bisa dialihkan.
Untuk itu Kekuatan Maha Mayuri Vidyarajni sungguh Agung nan Perkasa.
“Sutra Mahamayuri Vidyarajni” mencatat, semasa Buddha hidup di dunia, ada seorang bhiksu bernama Svati mendapat gigitan ular beracun, penderitaan sakit tak terkira, ketika Ananda melaporkan hal ini kepada Buddha, Sang Buddha kemudian mengajarkan sebuah metode pelatihan yang dapat melenyapkan gangguan makhluk setan dan hantu, dicelakai racun, dan penyakit berbahaya.
Dari segenap Vidyaraja, hanyalah Maha Mayuri Vidyarajni yang menampilkan wujud keelokan nan welas asih, tergolong sebagai Vidyaraja pada sisi maternal Tantrayana, Ia memiliki Empat lengan :
Lengan kanan pertama memegang teratai putih, menyimbolkan “Santika” (pelenyapan segala malapetaka);
Lengan kiri pertama memegang buah Bilva berwarna kuning, menyimbolkan “Paustika” (peningkatan segala berkah);
Lengan kanan kedua memegang buah Matulunga berwarna merah, menyimbolkan “Vasikarana” (penyempurnaan segala jalinan jodoh);
Lengan kiri kedua memegang bulu merak beraneka warna, memakan habis segala racun di tubuh, menetralisir racun, menyimbolkan “Abhicaruka” (menundukkan segala rintangan Mara), bisa mengadisthana sadhaka supaya panjang umur berbadan sehat.
Jadi, empat lengan Maha Mayuri Vidyarajni menyimbolkan tolak bala, peningkatan berkah, penundukan, dan cinta kasih. Segala harapan pada alam duniawi berada di genggaman tanganNya, untuk Adinata ini bisa dilaksanakan Sadhana Karman yang berupa : Santika, Paustika, Vasikarana dan Abhicaruka.
Bunyi pelafalan mantra Catur Sarana pada sadhana ini agak berbeda dengan mantra Catur Sarana kita.
“Nama Guruphe”, ini bermakna bersarana kepada Maha Mula Acarya;
“Namo-Da-Kong-Que-Ming-Wang-Fo”, ini bermakna bersarana kepada Buddha;
“Namo-Da-Kong-Que-Ming-Wang-Jing”, ini bermakna bersarana kepada Kitab Sutra “Mahamayuri Vidyarajni”, yang sama bermakna sebagai bersarana kepada Dharma;
“Namo-Kong-Que-Ming-Wang-Hai-Hui-Juan-Shu”, ‘Hai-Hui-Juan-Shu’ adalah bersarana kepada Sangha, kepada segenap makhluk suci yang banyaknya bagaikan samudera yang menghadiri Pesamuan Agung Mahamayuri. Makhluk suci yang berada pada Pesamuan Agung Mahamayuri diantaranya ada : 7 Buddha di masa lampau, di titik sentral terdapat Maitreya, di sisi kiri dan sisi kanan terdapat Pratyeka dan Sravaka, 8 Dewaraja Langit, 28 Yaksha (konstelasi bintang), Navagraha (Red: Rsi 9 Planet/九曜), 12 Rasi Bintang (十二宮), seluruhnya adalah makhluk suci penyerta Mahamayuri Vidyarajni.
Genap penjapaan 600.000 kali mantra hati Mahamayuri Vidyarajni, pasti terlahirkan ke alam suci Maha Padminiloka.
Lengan kanan pertama memegang Teratai Putih, lengan kanan kedua memegang buah Matulunga berwarna merah (Red : buah penjalin jodoh baik/俱緣果) ; lengan kiri pertama memegang buah Bilva berwarna kuning (Red : buah sejahtera/吉祥果), lengan kiri kedua memegang bulu merak.
Maha Mayuri Vidyarajni menyimbolkan Tiga Tathagata :
Maha Mayuri Vidyarajni adalah Wujud Penikmatan (Red: Sambhoga-kaya) Buddha Sakyamuni, karena pada kelahiran lampau Buddha Sakyamuni, ada sebuah kehidupan dimana Ia menjadi Raja Merak, jadi merupakan tubuh Sambhogakaya Buddha Sakyamuni.
Maha Mayuri Vidyarajni adalah Wujud Penjelmaan (Red: Nirmana-kaya) Buddha Amitabha, pada Sutra Amitabha tertera bahwa di alam suci Sukhavatiloka terdapat Jivamjivaka (Red: burung berjiwa kolektif/共命之鳥), terdapat burung merak, burung nuri, burung Kalavinka, salah satu daripadanya yaitu Merak merupakan wujud penjelmaan Buddha Amitabha.
Tathagata Vairocana sendiri mengenakan mahkota Panca Buddha, dengan paras nan agung, seluruh paras wajah Beliau merupakan paras wajah Maha Mayuri Vidyarajni. Maha Mayuri Vidyarajni adalah Wujud Emanasi (Red: Nisyanda-kaya) Vairocana Tathagata, wujud yang sama setara, jadi Ia merupakan wujud transformasi utama dari penggabungan Tiga sosok Buddha.
Pot Abhiseka pada aliran Tantrayana, pasti ditancapkan sebatang bulu merak, yang menandakan manifestasi Pot Abhiseka tersebut, sepenuhnya adalah wujud penjelmaan Maha Mayuri Vidyarajni, dengan kata lain Pot Abhiseka tidak lain adalah wujud penjelmaan daripada Maha Mayuri Vidyarajni.
Oleh karena terdapat daya kekuatan Dharmabala Tiga Buddha yang tergabung bersama-sama, maka Maha Mayuri Vidyarajni mampu mengalihkan karma tetap, suratan takdir yang sukar dihindarkan sekalipun bisa dialihkan.
Untuk itu Kekuatan Maha Mayuri Vidyarajni sungguh Agung nan Perkasa.
“Sutra Mahamayuri Vidyarajni” mencatat, semasa Buddha hidup di dunia, ada seorang bhiksu bernama Svati mendapat gigitan ular beracun, penderitaan sakit tak terkira, ketika Ananda melaporkan hal ini kepada Buddha, Sang Buddha kemudian mengajarkan sebuah metode pelatihan yang dapat melenyapkan gangguan makhluk setan dan hantu, dicelakai racun, dan penyakit berbahaya.
Dari segenap Vidyaraja, hanyalah Maha Mayuri Vidyarajni yang menampilkan wujud keelokan nan welas asih, tergolong sebagai Vidyaraja pada sisi maternal Tantrayana, Ia memiliki Empat lengan :
Lengan kanan pertama memegang teratai putih, menyimbolkan “Santika” (pelenyapan segala malapetaka);
Lengan kiri pertama memegang buah Bilva berwarna kuning, menyimbolkan “Paustika” (peningkatan segala berkah);
Lengan kanan kedua memegang buah Matulunga berwarna merah, menyimbolkan “Vasikarana” (penyempurnaan segala jalinan jodoh);
Lengan kiri kedua memegang bulu merak beraneka warna, memakan habis segala racun di tubuh, menetralisir racun, menyimbolkan “Abhicaruka” (menundukkan segala rintangan Mara), bisa mengadisthana sadhaka supaya panjang umur berbadan sehat.
Jadi, empat lengan Maha Mayuri Vidyarajni menyimbolkan tolak bala, peningkatan berkah, penundukan, dan cinta kasih. Segala harapan pada alam duniawi berada di genggaman tanganNya, untuk Adinata ini bisa dilaksanakan Sadhana Karman yang berupa : Santika, Paustika, Vasikarana dan Abhicaruka.
Bunyi pelafalan mantra Catur Sarana pada sadhana ini agak berbeda dengan mantra Catur Sarana kita.
“Nama Guruphe”, ini bermakna bersarana kepada Maha Mula Acarya;
“Namo-Da-Kong-Que-Ming-Wang-Fo”, ini bermakna bersarana kepada Buddha;
“Namo-Da-Kong-Que-Ming-Wang-Jing”, ini bermakna bersarana kepada Kitab Sutra “Mahamayuri Vidyarajni”, yang sama bermakna sebagai bersarana kepada Dharma;
“Namo-Kong-Que-Ming-Wang-Hai-Hui-Juan-Shu”, ‘Hai-Hui-Juan-Shu’ adalah bersarana kepada Sangha, kepada segenap makhluk suci yang banyaknya bagaikan samudera yang menghadiri Pesamuan Agung Mahamayuri. Makhluk suci yang berada pada Pesamuan Agung Mahamayuri diantaranya ada : 7 Buddha di masa lampau, di titik sentral terdapat Maitreya, di sisi kiri dan sisi kanan terdapat Pratyeka dan Sravaka, 8 Dewaraja Langit, 28 Yaksha (konstelasi bintang), Navagraha (Red: Rsi 9 Planet/九曜), 12 Rasi Bintang (十二宮), seluruhnya adalah makhluk suci penyerta Mahamayuri Vidyarajni.
Genap penjapaan 600.000 kali mantra hati Mahamayuri Vidyarajni, pasti terlahirkan ke alam suci Maha Padminiloka.














