(本報訊/蓮花慧君報導)2013年11月9日,聖尊蓮生活佛盧勝彥於西雅圖網雷藏寺主持同修《黃財神本尊法》。
(Warta TBSky/Liputan oleh V.A Huijun) Pada tanggal 9 November 2013, Yang Mulia Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu bertempat di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple pada kegiatan pujabhakti bersama telah memimpin “Sadhana Jambhala Kuning”.
Maha Guru melimpahkan parinamana : “Mengundang Panca
Buddha menjemput makhluk alam bardo, kepada segenap insan yang memperoleh
penyakit selekasnya memperoleh kesembuhan,
menghindarkan malapetaka, mengikiskan rintangan karmawarana, mengundang
kehadiran Jambhala Kuning memancarkan cahaya kuning agar segenap umat
memperoleh peningkatan bekal berkah dan kebijaksanaan, seluruh peserta
memperoleh keadaan manggala, pancarkan cahaya kesempurnaan cinta kasih,
mengundang kehadiran Catur Maharajakayika mengadisthana segenap umat memperoleh
kesucian bebas leluasa!”
True Buddha Vajrayana Association of R.O.C, Taiwan Lei
Tshang Temple, serta tempat ibadah lainnya, melaksanakan seremonial permohonan
kepada Maha Guru melawat Taiwan untuk memutar Roda Dharma Agung, dengan persembahan
Hatta yang diwakili oleh Acarya Lian Ou, Acarya Lian Zhe, dan Acarya Lian Ying.
Kepala Vihara Ling Shen Ching Tze Temple yaitu Acarya
Lianhua Dehui membacakan kata-kata yang mengungkapkan ketidakrelaan hati yang
mengharukan terhadap perpisahan ini :
Hari ini adalah hari terakhir selama sepanjang tahun Maha
Guru menghadiri pujabhakti di Ling Shen Ching Tze Temple, sungguh
berterimakasih tak terhingga atas kehadiran Maha Guru dan Guru Dhara selama 184
hari di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, . . . . Maha Guru pernah berkata : Ketika
daun Maple memerah itulah tanda saat-saat perpisahan telah tiba…. Maka biarlah
rasa kerinduan di dalam hati kami ini menjelma menjadi awan-awan melayang, terbang
melayang hingga jatuh di atas tubuh Engkau, Maha Guru dan Guru Dhara, mohon
kepergian kali ini tidak begitu lama, mohon kiranya lekas pulang kembali!....
Seiring kata-kata perpisahan yang dibacakan Acarya
Lianhua Dehui, para umat yang berada di ruangan bhaktisala trenyuh dalam rasa
kerinduan mendalam….
Kemudian, Yang Mulia Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu
dengan suara haru mengungkapkan : Ketika seseorang hendak meninggalkan sebuah
tempat, tentu ada suatu perasaan khusus mengiringinya. Seandainya jarak antara
Seattle dan Taiwan hanya terpisah 3 jam saja, maka perjalanan pulang pergi pun
tentu sangat cepat, tetapi kenyataannya jarak antara dua daratan terpisah nan
jauh, …. Sewajarnya ada perasaan bersedih.
Semua peristiwa pada kehidupan manusia, tidak terlepas dari
fenomena perpisahan apakah semasa hidup ataupun perpisahan kala kematian
menjemput, banyak sekali hal yang membuat tidak sampai hati untuk merelakan,
anda semua biasanya melihat Maha Guru gemar bercanda dan penuh keriangan, namun
ada kalanya pula ada saat yang dipenuhi dengan perasaan mendalam. Berpisah dari
setiap paras wajah anda sekalian yang sudah familiar, tentu bersedih juga…
Semula saya sejak kemarin telah merenung satu malam, apa
sebaiknya saya pada malam ini juga mengumumkan sejak saat ini dan seterusnya
akan kembali pada pertapaan mengundurkan diri ke hutan belantara (seluruh umat yang
hadir berteriak : Jangan…!), tetapi Mahadewi Yaochi Jinmu berkata : “Waktunya
belum tiba!” Tadi sewaktu menaiki Dharmasana, saya kembali berkata kepada Jinmu
: Saya mau melepaskan seluruhnya, akan tetapi Jinmu tetap saja mengatakan :
“Waktunya belum tiba!”




















