Showing posts with label Berita Foto. Show all posts
Showing posts with label Berita Foto. Show all posts

Friday, November 22, 2013

TBF secara khusus menggelar “Perjamuan makan peserta ujian Pandita Dharmaduta dan Pandita Lokapalasraya Zhenfozong angkatan ke-5”


《Warta Kilat TBSky》TBF secara khusus menggelar “Perjamuan makan peserta ujian Pandita Dharmaduta dan Pandita Lokapalasraya Zhenfozong angkatan ke-5”

(Warta TBSky/Liputan oleh V.A Huijun) Tanggal 21 November 2013, TBF demi para peserta ujian Pandita Dharmaduta dan Pandita Lokapalasraya yang datang dari jauh, supaya para peserta dapat menghaturkan pujana kepada Yang Mulia Maha Guru dan Guru Dhara, dalam meniti jalan penyiaran Buddha Dharma sehingga dapat memperoleh petuah dan adisthana dari Maha Mulacarya, maka dengan khusus telah digelar “Perjamuan makan peserta ujian Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya Zhenfozong angkatan ke-5”. Di tempat perjamuan turut bergabung di dalamnya para Acarya penguji ujian beserta anggota panitia pelaksana. Rombongan peserta ujian berasal dari berbagai negara, setiap orang merasakan kegembiraan hati tak terkira karena bisa menghaturkan pujana kepada Maha Guru dan Guru Dhara!

Ujian pada periode ini telah berakhir pada tanggal 20 November, terdapat lebih dari sepuluh Acarya Zhenfozong bertugas sebagai penguji ujian, dan pada ujian periode ini pula jumlah peserta dari generasi muda lebih banyak, diantaranya tidak sedikit yang menampilkan bakat dan prestasi yang menonjol pula, sebuah aspek yang seyogyanya patut diberikan apresiasi.

Thursday, November 21, 2013

Festival Lampion Taiwan tahun 2014 menetapkan Lampion Padmakumara sebagai Lampion Utama!


《真佛天空新聞報》 2014年全台灣燈會將在南投草屯 中興新村 盛大舉行!而 目前已經拍案訂定在宗教區的主燈是《蓮花童子燈》,這是多麼殊勝啊!
《Warta TBSky》Festival Lampion Nasional tahun 2014 Taiwan dengan semarak akan diselenggarakan di Chung Hsing New Village, kota Nantou - Chaodun! Perkembangan terkini ada pada penetapan : “Lampion Padmakumara” sebagai Lampion Utama di sektor keagamaan, wah alangkah spektakulernya ini!

True Buddha Vajrayana Association of R.O.C, Taiwan Lei Tsang Temple, serta beberapa wakil dari tim perencanaan sedang melaporkan detail pendekorasian lokasi festival dan hal-hal detail yang berkenaan dengannya, tampak di foto Yang Mulia Maha Guru dan Guru Dhara mendengarkan laporan dengan seksama!

Lampion utama pada festival lampion di tahun kuda 2014 sesuai perencanaan akan ditempatkan di Chung Hsing New Village, yang nantinya diterapkan dengan teknik modern Teknologi Hijau, dipadani dengan desain arsitektur tradisional, ditambah pula dengan mengikuti himbauan pemerintah daerah setempat supaya menonjolkan festival lampion di pedesaan dari sisi kesederhanaan dan rendah hati, yang tentu pada kali ini akan menciptakan sebuah festival lampion yang benar-benar unik dan menarik di Taiwan.

Kegiatan festival lampion tahun kuda 2014 direncanakan akan dimulai di daerah sekitar Chung Hsing New Village, termasuk daripadanya sebuah terowongan hijau di Jalan Guanghua akan dikreasikan menjadi sebuah jalur lintasan bercahaya kemilau, lapangan olahraga Zhongxing menjadi kawasan utama pemasangan lampion, sedangkan kantor lama pemerintahan propinsi akan ditata dengan beraneka jenis lampion bunga, pertunjukan yang disuguhkan pasti akan sangat menarik. Untuk berita yang berkaitan Festival Lampion tahun 2014 di Taiwan, silahkan mengunjungi situs berbahasa mandarin dengan tautan berikut:
http://tw-light.tw.tranews.com/Show/Style7/Column/c1_Column.asp?SItemId=0131030&ProgramNo=A400043000006&SubjectNo=14580

Tuesday, November 19, 2013

Buku terbaru Maha Guru Lian Sheng ke-239


Sepulang Maha Guru ke Taiwan, Beliau setiap hari tetap saja tidak berhenti menulis buku lho!

Berikut adalah foto yang dipotret pagi ini yakni Judul buku terbaru karya tulis Maha Guru Lian Sheng : 《夢鄉日記》atau “Mèngxiāng rìjì” (Diari Negeri Impian)
Marilah kita nantikan bersama-sama!

Kami juga mengajak para pembaca sekalian untuk membeli buku karya tulis Maha Guru Lian Sheng, niscaya kebijaksanaan batin semakin bercahaya terang!

Jadwal Upacara Dharmaraja Liansheng Sheng-Yen Lu di Taiwan Lei Tsang Temple Periode November dan Desember:

-23 November (Sabtu) pukul 15:00 Upacara Homa Kurukulle dan Mengulas Sutra
-30 November (Sabtu) pukul 15:00 Upacara Homa Yaochi Jinmu dan Mengulas Sutra
-7 Desember (Sabtu) pukul 15:00 Upacara Homa Mahapadmakumara Putih dan Mengulas Sutra
-14 Desember (Sabtu) pukul 15:00 Upacara Homa Amitabha dan Mengulas Sutra
-21 Desember (Sabtu) pukul 15:00 Upacara Homa Vajrasattva dan Mengulas Sutra
-28 Desember (Sabtu) pukul 15:00 Upacara Homa Jambhala Kuning dan Mengulas Sutra

《Warta Kilat TBSky》Fenomena menakjubkan! Mata Rupang Dewa terbuka setelah Kepala Kuil menjapakan mantra hati Mulacarya!


《真佛天空極速報》好奇特現象! 堂主唸上師心咒,竟然神像開眼!
《Warta Kilat TBSky》Fenomena menakjubkan! Mata Rupang Dewa terbuka setelah Kepala Kuil menjapakan mantra hati Mulacarya!

Tanggal 17 November 2013 sore, Acarya Lian Huo dan Acarya Lian Shi melaporkan kepada Maha Guru dan Guru Dhara bahwa : Di Kalimantan Timur - Indonesia ada sebuah kuil Dewi Mazu, kepala kuil tersebut telah bersarana kepada Maha Guru Lian Sheng, setiap hari ia sangat rajin menjapa mantra hati Mulacarya dan Sutra Raja Agung Avalokitesvara (Gaowangjing), ternyata, bagian mata pada Rupang dewa kuil tersebut yang tadinya sedikit terpejam, ternyata sekarang menjadi membukakan mata, berikut diunggah foto-foto Dewi Mazu dan Dewa Sangharama (Guan Gong), kuil ini yang sebelumnya hanya dikunjungi 2-3 orang per hari, oleh karena keajaiban “Rupang Dewa Membuka Mata” yang diekspos oleh media setempat, alhasil menyebabkan pengunjung yang datang mengunjungi Kuil ini meningkat hingga 200-300 orang per hari.

Lianhua Yunxiong shixiong dari Indonesia turut melaporkan kepada Maha Guru dan Guru Dhara bahwa : ada orang yang memohon Rupang Maha Guru untuk dipersemayamkan di sebuah Kuil beda aliran, maka Lianhua Yunxiong shixiong pun membawakan sebuah Rupang Padmakumara sebagai penjalin jodoh Dharma, setelah Rupang Padmakumara dipersemayamkan di Kuil tersebut, tak disangka terjadilah fenomena ‘Fa Lu’ (Red= 發爐/Fa Lu: Batang dupa yang ditancap di Hiolo terbakar habis tanpa sisa, dalam kepercayaan Taoisme menandakan turunnya makhluk suci), menyebabkan yang menyaksikan peristiwa semuanya terheran-heran !

Maha Guru pun menyinggung tentang Shellyann shijie yang berasal dari Toronto-Canada, kedua matanya yang buta selama 5 tahun karena luka yang disebabkan oleh pekerjaan, tak dinyana setelah diadisthana oleh Maha Guru Lian Sheng telah bisa melihat cahaya, dan bisa melihat awan!

Acarya Lian Shi selanjutnya melaporkan kepada Maha Guru dan Guru Dhara perihal kesaksian kontak batin : Dokter Chen-Zhexin dari Taiwan mendapat tumor di jaringan pembuluh darahnya (Red: hemangioma), setelah menjapa mantra hati Mulacarya dan mantra hati Mahadewi Yaochi Jinmu, tumor tersebut mendadak saja sembuh!

Monday, November 18, 2013

Media massa di Taiwan mewawancarai Yang Mulia Dharmaraja Lian Sheng!


台灣新聞媒體,採訪聖尊蓮生活佛!
Media massa di Taiwan mewawancarai Yang Mulia Dharmaraja Lian Sheng!

《Warta Kilat TBSky》Tanggal 17 November 2013 Maha Guru, Guru Dhara dan rombongan, tiba di Taiwan Taoyuan International Airport pada pukul 5:45 subuh hari. Karena khawatir Yang Mulia Maha Guru terlalu memforsir tubuh dan kelelahan, para umat Zhenfozong dari komunitas internet serempak menghimbau sesama umat aliran supaya mengindahkan ketertiban, menaruh pengertian kepada Maha Guru, serta menjaga akses keluar Maha Guru dan Guru Dhara setelah turun dari pesawat supaya lancar tanpa hambatan!

Demi menyambut kedatangan Maha Guru dan Guru Dhara, para umat Zhenfozong dengan semangat berkobar-kobar, sudah sejak awal dari jam 1-2 subuh datang menunggu di Bandara Internasional Taoyuan. Tidak lama kemudian di areal bandara berkumpul semakin banyak siswa Zhenfozong dengan jumlah sekitar 2 ribu umat, sambil memegang tinggi-tinggi papan slogan penyambutan, semuanya antusias menantikan kepulangan Maha Guru!

Bapak Sekjen Liao Dongzhou dari Departemen Luar Negeri R.O.C Komite Koordinasi untuk Urusan Amerika Utara dan istri secara khusus mempersembahkan bunga kepada Maha Guru dan Guru Dhara, bersama-sama para umat dengan tulus memberikan penyambutan yang hangat.

Yang Mulia Maha Guru Lian Sheng selepas turun dari pesawat menerima konferensi pers khusus dengan pihak wartawan, wartawan bertanya mengenai apa pandangan mengenai isu kerawanan bahan pangan yang muncul dewasa ini?

Yang Mulia berpendapat bahwa pengelolaan bahan pangan berhubungan erat dengan kesehatan seluruh rakyat maka sangat penting, pengelolaan pangan, peraturan perundang-undangan serta kerjasama yang erat dengan pihak pengusaha, dengan demikian maka keamanan bahan pangan baru dapat dipastikan, diantaranya pihak pengusaha hendaklah mempunyai kesadaran moral dan mempunyai hati nurani, jadi pendidikan karakter sedari usia dini sangatlah penting.

Sunday, November 17, 2013

Liputan ringan Maha Guru dan Guru Dhara tiba di Bandara Taoyuan - Taiwan 17 November 2013


Dengan tidak sabar menunggu tibanya Sang Buddha Sejati, para murid dengan penuh semangat antusias tinggi berkumpul menjemput pesawat kedatangan Maha Guru Lian Sheng dan Guru Dhara kembali ke Taiwan!




Maha Guru dan Guru Dhara sudah tiba! Para siswa mempersembahkan bunga, berseru dan bertepuk tangan meriah! 
 

Maha Guru sekali menjejakkan kaki keluar dari pesawat, langsung menerima sambutan hangat dan meriah dari para umat, Maha Guru pun dengan welas asih memberikan Moding (Red: pemberkatan jamah kepala) kepada para umat di bandara, suasana terasa hangat dan penuh keharuan! 

Fokus TBSky : Kepulangan Maha Guru dan Guru Dhara ke Taiwan


《Fokus TBSky》Dengan hormat menyambut kepulangan Maha Guru ke Taiwan untuk membabarkan Dharma, memutar Roda Dharma nan Agung menyelamatkan segenap insan

Para siswa luhur sekalian~sampai ketemu di bandara para hari Minggu ini.

Momen kembali berkumpul bersama ini, para siswa senantiasa akan mengingati budi agung Maha Guru dan dengan penuh semangat melindungi ikrar di dalam hati…

Jadwal : 17 November pesawat Eva Air (BR025) ditempuh dalam 12 jam 35 menit / penerbangan langsung

02:10 berangkat dari : Seattle

05:45 tiba di : Taiwan Taoyuan International Airport

Lokasi : Taiwan Taoyuan Airport di Entry Hall Terminal 2

*Perhatian : Lancar seperti biasanya, maka Maha Guru sekitar jam 5 sudah memasuki Terminal Kedatangan. Diberitahukan kepada para umat jika waktu terbaik tiba di bandara adalah sebelum jam 4:30!

Cetya Fazhou (法舟堂) menyiapkan akomodasi gratis pulang pergi ke bandara.

17/11 Jam 4 pagi berangkat dan pulang kembali ke Cetya sekitar jam 7 lewat.

Hubungi : 03-4010698 Contact Person : Fashi Lianshu
(informasi ini dibagikan dari Cetya Fazhou - kota Zhongli, Taoyuan)

~~~~~~~~~~~~~

【TBSky Bahasa Indonesia】Mempersembahkan warta berita terbaru, artikel pelimpahan jasa untuk kepedulian terhadap sesama insan, perenungan Silsilah melalui Petuah Emas dan Dharmadesana Yang Mulia Mulacarya Lian Sheng, serta berbagi foto agung para Buddha Bodhisattva!

Silahkan menekan tombol ‘LIKE’ di halaman utama Facebook Fanspage “TBSkyBahasaIndonesia”, untuk memudahkan notifikasi setiap kali adanya berita terbaru ke hadapan Anda!

https://www.facebook.com/TBSkyBahasaIndonesia

Friday, November 15, 2013

Foto Butir "Sarira Gigi" Maha Guru Lian Sheng


《真佛天空極速報》美國西雅圖傳來消息:“師尊今天晚餐時,從嘴裡吐出一顆牙舍利,真殊勝啊!”
《Warta Kilat TBSky》Berita datang dari Seattle - US : "Maha Guru Lian Sheng pada saat makan malam hari ini, dari mulut Maha Guru mengeluarkan sebutir Sarira Gigi, sungguh menakjubkan!"

Halaman warta TBSky kini telah memulai aktivitas "Memohon Buddha menetap di dunia", dan aktivitas "Lindungi Guru dan Aliran"!

Kami menyambut baik kepada para pembaca sekalian agar membagikan liputan berita TBSky pada akun Facebook anda ataupun grup di Facebook, sehingga lebih banyak lagi yang bisa turut membacanya!

【TBSky Bahasa Indonesia】Mempersembahkan warta berita terbaru, artikel pelimpahan jasa untuk kepedulian terhadap sesama insan, perenungan Silsilah melalui Petuah Emas dan Dharmadesana Yang Mulia Mulacarya Lian Sheng, serta berbagi foto agung para Buddha Bodhisattva!

Silahkan menekan tombol ‘LIKE’ di halaman utama Facebook Fanspage “TBSkyBahasaIndonesia”, untuk memudahkan notifikasi setiap kali adanya berita terbaru ke hadapan Anda!

※Facebook Fanspage :
TBSky Chinese : https://www.facebook.com/nkingsky
TBSky English : https://www.facebook.com/TBSkyNews
TBSky Bahasa Indonesia : https://www.facebook.com/TBSkyBahasaIndonesia

Thursday, October 31, 2013

Hati welas asih melepaskan kura-kura, Menyelamatkan nyawa putra 16 tahun kemudian


【真佛天空新聞轉貼】仁慈買龜放生,十六年後救子
【Warta Inspirasi TBSky 】Hati welas asih melepaskan kura-kura, Menyelamatkan nyawa putra 16 tahun kemudian

Di kota Jilong - Taiwan ada sebuah toko yang bernama “Yu Yuan Hao” (Red : bersua jodoh bajik). Pemilik toko bernama Pak Lin terkenal sebagai orang yang sangat berbaik hati, penduduk di sekitar daerah itu kebanyakan hidup dengan menangkap ikan. Pada suatu hari, para nelayan dengan menggunakan jala telah menangkap seekor kura-kura besar yang nantinya diancang-ancang akan disembelih dan dagingnya untuk dijual. Pak Lin yang kebetulan lewat, melihat kura-kura laut yang sedang menanti disembelih tersebut mendongakkan kepalanya dan dijedot-jedotkan ke arah kerumunan orang banyak, kedua matanya mengucurkan air mata, seakan sedang memohon pertolongan.

Pak Tua Lin melihat kejadian ini sekonyong-konyong terbitlah rasa iba, tanpa menghiraukan sejumlah uang banyak yang dikeluarkan, ia kemudian membeli kura-kura laut tersebut, dan meminta bantuan orang untuk melepaskannya kembali ke laut lepas (fang sheng). Karena rasa khawatir ada yang akan menangkapnya kembali, maka pada cangkang kura-kura itu dituliskan 5 aksara : “Yu Yuan Hao Fang Sheng”, yang sama artinya memohon orang-orang di masa mendatang untuk menaruh belas kasihan, mengurungkan niat jahat, supaya kura-kura ini dapat memperoleh kesempatan hidup, janganlah melukai ataupun membunuhnya dengan semena-mena.

Setelah selesai ditulis, mereka pun melepaskan kura-kura laut tersebut, kerumunan orang banyak menyaksikan kura-kura ini timbul tenggelam di atas permukaan laut, seakan sedang bersembah sujud berterimakasih kepada Pak Tua Lin. Para penduduk sungguh terharu menyaksikan budi pekerti makhluk satwa ini. Oleh sebab ini semua warga serempak membuat perjanjian, jikalau suatu saat nanti kembali bersua dengan kura-kura laut besar ini maka tidak akan ditangkap, tidak akan disembelih, tidak akan dimakan. Slogan “Tiga Tidak” ini tentu saja ada beberapa individu yang berpikiran sebaliknya, dengan sorot mata sinis dan mencibir, betapa takhayul, duit tersia-siakan terbuang percuma.

Peristiwa ini berselang 16 tahun kemudian, putra kedua Pak Tua Lin yang telah lulus dari universitas Taipei jurusan manajemen, pulang kembali kampung halaman sewaktu masa-masa liburan dengan menumpangi kapal. Saat itu, dalam perjalanan pulang ke rumah kapal tersebut berhadapan dengan arus laut yang berlawanan, sungguh naas kapal yang ditumpangi ikut kandas dan tenggelam ke dalam laut. Di dalam kapal terdapat lebih dari 100 orang penumpang, di antaranya ada lebih dari 90 penumpang turut ditelan ombak lautan.

Saat kapal mulai tenggelam, terdengar jeritan histeris dimana-mana meminta pertolongan yang sungguh memekakkan telinga. Walaupun putra Pak Tua Lin bisa berenang sedikit, tetapi ombak lautan terlampau besar sehingga berulang kali masuk ke pusaran air laut, demikianlah ia bergumul dengan ombak laut yang ganas. Tiba-tiba dia merasakan badannya seperti ditopang terangkat ke atas oleh sebuah benda besar seperti bentuk meja bundar yang muncul dari arah bawah, sekali dipandang, ternyata dirinya sendiri sedang rebah di atas punggung kura-kura besar, diperhatikan dengan lebih seksama lagi, mulut kura-kura tersebut besarnya seperti wajah manusia saja. Ia terkejut bukan main, dia berpikir kali ini pasti tamatlah sudah riwayatnya di dalam perut kura-kura tersebut. Kemudian dia berencana membalikkan badan, terus lompat masuk ke dalam air, akan tetapi saat itu dirinya sendiri telah tiada bertenaga lagi untuk berontak.

Kemudian, entah sudah berjalan berapa lama, pada saat mau membalikkan badannya ia tak sengaja melihat, di atas punggung kura-kura laut itu ternyata ada tulisan 5 kata : “Yu Yuan Hao Fang Sheng”. Barulah dia tahu, ternyata inilah kura-kura yang dahulu dilepaskan sang ayah. Segera saja perasaan hati yang sebelumnya penuh duka nelangsa dan ketakutan yang amat sangat berubah menjadi rasa suka cita tak terhingga dan merasakan ketenteraman, ternyata kura-kura laut ini datang untuk menolong dirinya. Menyadari akan hal ini kemudian ia mendekap erat kura-kura laut tersebut, dan membiarkan dirinya dibawa di atas punggung kura-kura itu, sembari mulut melafalkan nama suci Buddha, memohon perlindungan keselamatan.

Saturday, October 19, 2013

【Warta Kilat TBSky】Buku mandarin terbaru Maha Guru telah diterbitkan!


【真佛天空極速報】師尊新書封面已經出爐!
【Warta Kilat TBSky】Buku mandarin terbaru Maha Guru telah diterbitkan!

Bulan September tahun ini di Seattle, Maha Guru memberitahu kami semua : akan menuliskan buku terbaru ini.

Saya bertanya pada Maha Guru : "Mohon tanya apakah kategori buku terbaru ini?"

Shizun menjawab : "Buku ini akan menuliskan yang berkenaan dengan filsafat....."

Alangkah senangnya!

Saya paling menggemari filsafat Maha Guru, yang dapat memberikan pencerahan kebijaksanaan terhadap kehidupan kita, bagaimana pendapat anda semua setuju tidak?

Foto : tulisan tangan Maha Guru menuliskan judul buku terbaru yang ke-238 : "Duìzhe yuèliàng shuōhuà" (Red : Bertutur kata kepada Rembulan)

~~~~~~~~~~~~~~~~

【TBSky Bahasa Indonesia】Setiap hari menyediakan warta berita terbaru, artikel pelimpahan jasa untuk kepedulian terhadap sesama insan, perenungan Silsilah melalui Petuah Emas dan Dharmadesana Yang Mulia Mulacarya Lian Sheng, serta berbagi foto agung para Buddha Bodhisattva!

Wednesday, October 16, 2013

【Warta Khusus TBSky】Bukti Eksistensi Padmakumara ada di Gua Mogao Dunhuang - propinsi Gansu, China


【真佛天空特寫】敦煌莫高窟第217窟的大白蓮花童子,衪手持白蓮花,坐在阿彌陀佛前面。
Bukti SUPER dahsyat ~ Padmakumara sungguh ada!
【Warta Khusus TBSky】Maha Padmakumara Putih di gua ke-217 dari "Gua Mogao Dunhuang", tampak jelas tanganNya memegang Teratai Putih, duduk di depan Buddha Amitabha.

Wikipedia :
Gua Mogao (bahasa Tionghoa: 莫高窟; pinyin: mò gāo kū) (juga dijuluki sebagai Gua Seribu Buddha dan Gua Dunhuang) membentuk suatu sistem 492 kuil yang terletak 25 km (15,5 mil) arah tenggara dari pusat kota Dunhuang, sebuah oase strategis yang terletak di persimpangan jalur lintas budaya Jalur Sutra di provinsi Gansu, China. Gua-gua ini menyimpan beberapa contoh terbaik Seni Buddha yang mencakup rentang waktu 1.000 tahun. Pembangunan tempat suci buddha ini dimulai pada tahun 366 M sebagai tempat penyimpanan naskah suci dan seni buddha.Gua Mogao adalah gua berukir yang paling terkenal di China, disamping Gua Longmen dan Gua Yungang. Ketiganya adalah situs arca buddha paling termahsyur di China. Gua-gua ini juga terkenal akan keindahan lukisan dindingnya.

Wednesday, September 25, 2013

【Warta TBSky】 Hari Perayaan Festival Musim Gugur di Seattle 20/9/2013

【Warta TBSky】 Hari Perayaan Festival Musim Gugur di Seattle 20/9/2013

Repost dari : www.facebook.com/TBSkyBahasaIndonesia
Foto dan tulisan oleh : V.A Hui Jun



Sebuah potret Cahaya Pelangi di depan Ling Shen Ching Tze Temple - Seattle, pada hari perayaan festival Kue Bulan tanggal 19 September 2013.


Sebuah potret cahaya Maha Surya yang diambil waktu pagi hari pada hari perayaan festival Kue Bulan di Ling Shen Ching Tze Temple - Seattle.


Tuesday, September 17, 2013

【Warta TBSky】 Maha Guru Lian Sheng memimpin ritual "Shengji Fa"

【Warta TBSky】 Maha Guru Lian Sheng memimpin ritual "Shengji Fa"

Repost dari : www.facebook.com/TBSkyBahasaIndonesia
Foto dan tulisan oleh : V.A Hui Jun



Maha Guru hari ini memimpin sadhana Jambhala Kuning di Ling Shen Ching Tze Temple Seattle dan mengatakan : “….. Seperti biasanya pada pelafalan nama agung Buddha ada bagian pelimpahan jasa pahala….., ada Gatha Parinamana, Maha Guru sering mendedikasikan bait : ‘Pembebasan dukkha Samsara menuju Buddhaloka, Namo Amitofo.’ Tetapi seorang sadhaka yang melatih Maha Dzogchen (Kesempurnaan Agung) tidak lagi perlu mendedikasikan pelimpahan jasa, karena melatih sadhana ini, seorang sadhaka apakah membuka mata atau menutup mata ia senantiasa berada di dalam negeri Buddha, tidak memerlukan penjemputan Tiga Arya alam Barat, karena ia telah mencapainya sendiri.


Maha Guru membabarkan : “Di alam duniawi tetap saja memerlukan uang ,… punya uang pasti punya kerisauan, tetapi tidak punya uang lebih risau lagi. Saya melihat ada umat mengambil banyak jenis pekerjaan seorang diri, sudah tak punya waktu sama sekali untuk melakukan sadhana. Jadi insan yang tidak memiliki uang sungguh penuh jerih payah.”

Selain itu, Maha Guru mengajarkan kita ~ cara berdana yang lain : “Makanan yang hendak kita santap divisualisasikan menjadi pujana persembahan, membeli kertas sembahyang (kertas sembahyang Zhenfozong) dan dibakar untuk dewa tanah….. berbagai jenis cara dapat dijadikan cara berdana. Selanjutnya, kebahagiaan kita dipersembahkan kepada Buddha, menjadi persembahan Dharma, bertutur kata baik sehingga orang bergembira, para Buddha Bodhisattva, para makhluk Deva Bhuta, Caturmaharajakayika ….. hingga semuanya menjadi gembira, asal timbul sukacita maka Mereka akan memberikan adisthana. Bagi yang bekal keduniawiannya berkecukupan bisa melakukan derma materi, bagi yang tidak punya uang pun tetap bisa berdana kesukacitaan. Selan itu, menceritakan lelucon untuk dewa tanah pun bisa dijadikan perbuatan berdana.”

Hari ini bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-28 Ling Shen Ching Tze Temple Seattle , Maha Guru atas undangan hadir merayakan dan memotong kue ulang tahun. (Vihara Ling Shen Ching Tze Temple berdiri pada tanggal 14 September 1985). Kemudian Maha Guru memberikan tanda tangan untuk karya buku tulis terbaru ke-235 : “Visitors from the Spiritual Realm” 【虛空來的訪客】!



Monday, September 9, 2013

【Warta TBSky】 Berita Foto Tanda Suci Tangan Arya Maha Guru Sheng-yen Lu

【Warta TBSky】 Berita Foto Tanda Suci Tangan Arya Maha Guru Sheng-yen Lu

Repost dari : www.facebook.com/TBSkyBahasaIndonesia
Foto dan tulisan oleh : V.A Hui Jun


Sore hari ini (6/9) , Maha Guru mengajarkan kami membaca garis tangan, Wah!
Kami semua melihat tanda-tanda suci di tangan Maha Guru, ada : tanda mata kebijaksanaan, tanda garis ilham, tanda terompet Dharma (Dharma-sankha),…

“Mata Kebijaksanaan” ada di bagian dalam telapak tangan pada pola garis melingkar di ujung jari, berbentuk seperti mata dan ataupun alis mata.
“Garis Ilham” pada telapak tangan bagian dalam terdapat simbol plus (+)
“Dharma-sankha” berbentuk simbol segitiga didalam telapak tangan.

Selain itu, ada seorang anak-anak di tempat yang mempunyai tahi lalat di telapak kakinya, Maha Guru berkata itu adalah tanda anak tersebut ada “asal-usulnya”.


Sunday, September 8, 2013

【Warta TBSky】 Berita Foto Maha Guru Sheng-yen Lu di Vihara Ling Shen Ching Tze Temple

【Warta TBSky】 Berita Foto Maha Guru Sheng-yen Lu di Vihara Ling Shen Ching Tze Temple

Repost dari : www.facebook.com/TBSkyBahasaIndonesia
Foto dan tulisan oleh : V.A Hui Jun



【Warta Khusus TBSky】Selepas makan malam penulis bertanya kepada Maha Guru : “Kemarin malam banyak umat mengedarkan foto sinar senja cemerlang Maha Guru di internet lho!”

Maha Guru mengenang kembali dan berkata : “Kemarin sore saya melihat banyak bintik bercahaya terang, di sisi bawah ada kobaran api, banyak sekali Dhakini menari-nari, andaikata tampak lebih lama lagi, di dua sisi bersebelahan masih akan terlihat lebih banyak lagi cahaya cemerlang.”

Maha Guru sebelumnya telah menyaksikan fenomena ini didalam Samadhi, ternyata sungguh setelah usai mengitari Buddha segera saja tampak sinar senja cemerlang membentang di atas angkasa Vihara Ling Shen Ching Tze, fenomena yang betapa menakjubkan. 



Guru Dhara pun memberikan hadiah untuk anak kecil ini yang sering mengunjungi Vihara Seattle~
Menjelang malam pada hari ini Maha Guru membawa kami semua menyanyikan lagu kanak-kanak, saya pun ikut ke dalam “arena”, satu-persatu lagu kanak-kanak keluar dari mulut kami. Saya yang “sangat hapal” lirik lagu kanak-kanak, ikut bernyanyi dengan “fasihnya” (istilah lainnya ngalor-ngidul.)
Maha Guru berkata : ‘Hui Jun ini memang “bocah tua”.’
Saya dengan bandelnya berkata : “Kita tidak lihat luarnya, tapi dalamnya juga” (Ini Maha Guru kita juga tahu)

Tapi semuanya tertawa terbahak-bahak~



Selepas makan malam ada umat yang bertanya kepada Maha Guru : “Apakah makna mimpi digigit ular?”
Maha Guru menjawab : “Ada sangkutan utang dengan Dewa Tanah. Pergilah menyembahyangi Dewa Bumi.”
Umat ini bertanya kepada Maha Guru caranya bagaimana? Maha Guru menanyainya dapat mimpi dimana?
Umat menjawab : “Di tempat berdekatan dengan Vihara Ling Shen Ching Tze Temple.”
Maha Guru berkata : “Jika demikian bakar kertas sembahyang dan dedikasikan jasa pahala di tungku ke-6 sisi harimau Vihara Seattle.”
Maha Guru menerangkan pula : “Mimpi digigit anjing sebaiknya menyembahyangi leluhur.”
 



Gao shijie dari Los Angeles (foto : paling depan berbaju biru) pada tahun 1993 pernah menghadiahkan “Thangka Maha Yamantanka Vajra” kepada Maha Guru. Menurut penuturan Gao shijie : “Karena setelah melihat Thangka ini saya sangat menyukainya, jadi saya pun membelinya untuk persembahan kepada Maha Guru, dengan harapan semoga Dharmapala ini melindungi Maha Guru. Kemudian saya membawa Thangka ini ke Seattle lalu menghaturkannya ke hadapan Maha Guru, setelah melihat Thangka ini, Maha Guru berkata : “Bagus!”. Tak disangka selepas Maha Guru menggantung Thangka Maha Yamantanka Vajra di dalam kamar Mandalasala Satya Buddha (Zhen Fo Mi Yuan), pada siang hari itu juga, Dharmapala ini segera menjelmakan diriNya, Maha Guru segera mengetahui Mula Dharmapala Beliau ternyata adalah “Maha Yamantaka Vajra”!

(catatan Redaksi : Maha Guru menuliskan kisah ini di buku karya tulis ke-114 : Mijiao de fashu “密教的法術” terbitan 1995)


  
Foto menjelang malam hari ini (6/9) setelah Yang Mulia Maha Guru tiba di Ling Shen Ching Tze Temple kemudian memimpin semuanya mengitari Buddha.

Friday, September 6, 2013

【Warta TBSky】 Berita Foto Fenomena Langit Vihara Ling Sheng Ching Tze Temple (4/9)

【Warta TBSky】 Berita Foto Fenomena Langit Vihara Ling Shen Ching Tze Temple (4/9)

Repost dari : www.facebook.com/TBSkyBahasaIndonesia
Foto dan tulisan oleh : V.A Hui Jun


Ini adalah foto fenomena langit menakjubkan selepas mengitari pratima Buddha malam ini.
Hari ini merupakan hari suci kelahiran Ksitigarbha Bodhisattva (waktu Seattle), Maha Guru berkata sejak tadi sore telah melihat banyak sekali bintik-bintik bercahaya terang di atas angkasa Vihara Ling Shen Ching Tze Temple Seattle.

Waktu senja (4 September) selepas mengitari pratima Buddha, tak disangka di atas langit menampakkan sinar yang sangat cemerlang, pemandangannya sungguh mencengangkan, para umat yang ada di sekeliling langsung saja sigap tak henti-hentinya memencet tustel~

“Mohon Maha Guru berfoto untuk momen bersejarah ini”
Maha Guru pun dengan senang hati menyanggupi permohonan dari para umat untuk berfoto dengan latar yang menakjubkan!


Foto dibawah : dokumentasi V.A Hui Jun : "Fenomena langit bercahaya menakjubkan di atas angkasa Ling Shen Ching Tze Temple"


Thursday, August 29, 2013

【Warta TBSky】 Berita Foto Suasana Maha Upacara Dharma di Seattle

【Warta TBSky】 Berita Foto Suasana Maha Upacara Dharma di Seattle

Repost dari : www.facebook.com/TBSkyBahasaIndonesia
Foto dan tulisan oleh : V.A Hui Jun


【Warta TBSky】Sore hari ini, Maha Guru memberikan Dharmadesana seperti kutipan dibawah ini ~
Bodhisattva Manjusri bertanya kepada Buddha Sakyamuni : “Buddha, bukankah Engkau adalah Hyang Sugata (Maha Tahu)? Tetapi golongan Thirtika ini hendak mencelakai Engkau, mengapa Buddha tidak terlebih dulu membeberkannya?” Dengan demikian para siswa juga elok memberikan antisipasi?!

Sang Buddha memberikan perumpamaan yang sangat apik : Seperti ~ dokter yang telah mengetahui bahwa pasien ini sakit, akan tetapi dampak penyakit belum muncul pada orang ini, masih belum mencari pengobatan, maka dokter ini tidak akan terlebih dulu memberitahukan pasien penyakit yang diidapnya pula. Ini merupakan pengungkapan yang bukan tidak pada waktunya.

Dahulu ada yang sembari berlutut di hadapan Maha Guru berkata : “Diriku sendiri kelak akan sepenuh hati setia, pasti tidak akan mengecewakan Maha Guru!” , sebenarnya di hati Maha Guru sedari awal telah mengetahui perubahannya kelak… namun sama tiada akan mengungkapkan jika bukan pada waktunya pula.

Bodhisattva Manjusri kembali menanyakan Buddha Sakyamuni : “Ketika Cinca, Sundari datang memfitnah Hyang Buddha, mengapakah Tathagata tidak memberikan jawaban sangkalan?” (Red: Cinca dan Sundari adalah dua perempuan yang memfitnah Sang Buddha telah melakukan perbuatan asusila dengan mereka hingga berbadan dua)

Buddha Sakyamuni menjawab : “Seperti ~ seseorang yang mencerca langit angkasa, apakah angkasa mesti mengembalikan tanggapan juga?”

Kisah ini tercantum di “Manjusri-pariprcha-Sutra” (文殊師利所問經)


Monday, August 26, 2013

【Warta Kilat TBSky】 Berita Foto Suasana Upacara Dharma Akbar Arya Pindola di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

【Warta Kilat TBSky】 Berita Foto Suasana Upacara Dharma Akbar Arya Pindola di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Repost dari : www.facebook.com/TBSkyBahasaIndonesia
Foto dan tulisan oleh : V.A Hui Jun (https://www.facebook.com/nkingsky?hc_location=timeline)


【Warta Kilat TBSky】 Maha Guru hari ini di Meydenbauer Center membabarkan Dharmadesana : “Buddha pertama kali memutar roda Dharma di Taman Rusa, mengajarkan metode penekunan Arahat. Hari ini saya ingin menyampaikan kepada anda semua sebuah kalimat yang paling penting : Kita semua tidak boleh menyakiti orang lain, jika tidak akan menanggung karma vipaka masing-masing.

Jika tindakan anda menyinggung orang maka bearti menyakiti pihak lain. Tidak menyakiti orang lain barulah bisa menjadi Arahat. Kehidupan suami istri umumnya pun akan saling menyakiti, pemakaian bahasa yang saling menyinggung, keadaan demikian tidak mempunyai kualitas menjadi Arahat. Andaikata penekunan batin anda menghasilkan duri di sekujur badan, maka tiada akan bisa mencapai buah Arahat pula.”

Sunday, August 25, 2013

【Warta Kilat TBSky】 Berita Foto Suasana Menjelang Upacara Dharma Akbar Arya Pindola di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

【Warta Kilat TBSky】 Berita Foto Suasana Menjelang Upacara Dharma Akbar Arya Pindola di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple



Foto : Malam ini (23 Agustus) Maha Guru mengunjungi tempat upacara Dharma “Meydenbauer Center - US”, foto diambil semasa Maha Guru sedang mencoba suara audio.


Malam ini (23 Agustus) Maha Guru mengunjungi Meydenbauer Center, di tempat Upacara tersebut terlihat pameran foto besar Maha Guru yang nantinya akan dilelang. Yang Mulia berkata : “Setelah foto wujud representasi Maha Guru dibawa pulang, sama bearti berfoto bersama Maha Guru, peroleh berkah adisthana Silsilah.”

Foto wujud representasi ini akan membantu penggalangan dana donasi yayasan amal. Foto ini pun ditentukan sebagai hanya satu-satunya, tidak akan ada lagi foto kedua pula. Latar belakang foto ini adalah sebuah danau di bawah pegunungan Kailash dan Himalaya (Peiku Tso Lake in Tibet), keduanya menjadi latar yang tampak hidup.

Kemudian, besok juga akan ada pameran “Sarira Gyalwa Karmapa ke-16”, dan dua butir Sarira Maha Guru yang dipersemayamkan di dalam pagoda” untuk menjadi benda lelang amal.

Jadi besok selain kita semua menghadiri upacara Dharma yang dipimpin Maha Guru, nantinya pun akan memperoleh kesempatan memperoleh berkah memperkaya wawasan.