Wednesday, October 23, 2013

【Warta Dharmadesana Arya Sheng-yen Lu 20 Okt 2013】Empat kondisi Nirwana pencapaian sadhana Dzogchen


【盧勝彥尊者10月20日開示新聞】修證大圓滿法的四種涅槃境界
【Warta Dharmadesana Arya Sheng-yen Lu 20 Okt 2013】Empat kondisi Nirwana pencapaian sadhana Dzogchen

Tanggal 20 Oktober 2013, Arya Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, memimpin Maha upacara homa Hevajra.

Usai upacara Dharma, Maha Guru memperkenalkan adinata upacara homa minggu depan adalah Maha Mayuri Vidyaraja.

Maha Guru membabarkan : Maha Mayuri Vidyaraja adalah cikal bakal penetralisir racun. Karena “Merak” (Mayura) semakin beracun benda makanannya, bulu-bulunya akan menjadi semakin indah, diantara seluruh Vidyaraja yang lain Ia adalah yang paling indah nan elok, karena Ia termasuk Adinata utama di sisi maternal aliran Tantrayana.

Melatih sadhana ini bisa menetralisir racun, panjang umur dan sehat bebas leluasa. Merak adalah satu-satunya makhluk fauna yang boleh memakan racun, hakikat utamaNya ialah akan menolong insan yang tubuhnya mengandung racun.

Selanjutnya Maha Guru memperkenalkan Adinata pada upacara Dharma ini “Hevajra” : Hevajra memiliki daya kekuatan penunduk 4 jenis Mara (Catvari-Mara), yakni Mara pergolakan batin (Kilesa-Mara), Mara kematian (Mrtyu-Mara), Mara penyakit * (Skandha-Mara) dan Mara langit (Devaputra-Mara). Maha Guru sudah pernah menuliskan sebuah buku pengulasan berkenaan Hevajra (yaitu buku berjudul ‘大樂中的空性’/Sunyata dalam Maha Sukha) , didalamnya banyak menerangkan makna mendalam penekunan sadhana Hevajra, Ia bisa menyirnakan segala penyakit, menundukkan segala binatang buas, memberikan segala ratna mustika, memperoleh 8 Kuasa Maha Leluasa, menggenggam kuasa atas bumi langit beserta surya candra. Buku diktat Hevajra ini telah dibabarkan selama 5 tahun oleh Maha Guru, untuk itu pada kesempatan upacara Dharma ini tidak kembali dikupas.

(*Red: pada buku-201 ‘大樂中的空性’/Sunyata dalam Maha Sukha, Maha Guru lebih jelas menerangkan bahwa salah satu dari 4 Mara di atas disebut ‘五陰魔’: Mara Panca Skandha)

Kemudian dalam pembabaran Dharma “Sadhana 9 tingkat Dzogchen”, Maha Guru membabarkan konsep pandangan seorang sadhaka Tantrayana terhadap kehidupan dan kematian :

Sang Buddha telah membabarkan begitu banyak pengajaran berkenaan tentang pelampauan fenomena kematian, karena esensi kematian lebih penting dibandingkan hidup, di dunia ini hal yang paling adil adalah kematian, benda material dapat dimiliki akan tetapi tidak senantiasa bisa memiliki jiwa kehidupan. Maha Guru tidak memikirkan masa lampau, masa kini, masa akan datang, tidak memikirkan apapun, karena bangunan rumah semegah apapun, mobil semewah apapun sama juga akan rusak apalagi tubuh fisik manusia ; tidak menyoal sosok rupawan, buruk rupa, status terhormat ataupun yang paling hina dina, ketika ajal telah menjemput maka sukar menghindari kematian, semuanya ini adil dan sama rata. Vihara Sangharama sejati Maha Guru berada di atas langit, bukanlah berada di alam duniawi, di alam duniawi tiada Vihara yang kekal abadi, Zhenfozong, Sheng-yen Lu… Untuk itu pandangan Maha Guru sangat terbuka seluruhnya adalah baik adanya, dengan demikian musnahlah Kilesa-Mara!

Maha Guru berpandangan sebenarnya kematian adalah sejenis pembebasan. Hal yang paling adil di kolong langit ini adalah kematian, setiap orang niscaya menghadapinya, untuk itu insan hendaknya tidak gentar kepada Mara kematian, sepanjang diri anda tetap berada di dalam keteguhan hati pada Jalan Penerangan (Maggacitta) maka tiada hal apapun yang patut ditakutkan, ketika tiba saatnya secara alamiah Mulacarya, Adinata, Dharmapala anda akan datang menjemput anda, pasti memperoleh keberhasilan.

Selanjutnya, Maha Guru menerangkan 4 kondisi Nirwana pencapaian sadhana Dzogchen :

Tuesday, October 22, 2013

【Warta Kesaksian Fans Arya Sheng-yen Lu】Kemunculan citra batin sang tunanetra atas Berkat Adisthana, menorehkan bija aksara Tantrayana dengan Sempurna.


【盧勝彥尊者粉絲見證新聞】盲者由傳承加持自心本現,寫出標準密教咒字。
【Warta Kesaksian Fans Arya Sheng-yen Lu】Kemunculan citra batin sang tunanetra atas Berkat Adisthana, menorehkan bija aksara Tantrayana dengan Sempurna.

Ia tidak pernah melihat paras wajah Arya Dharmaraja Lian Sheng, namun setelah bersarana kepada Maha Guru segera saja di dalam mimpi mendapat penglihatan akan Satya Buddha. Ia telah buta bertahun-tahun lamanya, tetapi usai memperoleh Berkat Moding dari Dharmaraja, untuk pertama kalinya melihat cahaya Buddha. Ia tidak pernah melihat bija aksara Tibet “Hum”, tetapi bisa dengan ketegaran semangat nan gigih, belajar melukis, akhirnya telah menorehkan lukisan bija aksara “Hum” yang begitu sempurna.

Sore hari seusai upacara api homa tanggal 20 Oktober 2013 di Seattle Rainbow Temple, Acarya Lian Xiong dari Canada Jing Yin Temple, disertai bhiksu lama dan para umat se-Dharma mempersembahkan nyanyian lagu sebagai pujana kepada Maha Guru, dan sebaliknya Shellyann Siddoo shijie berlutut di lantai membuat lukisan.

Dalam waktu singkat 5 menit, dalam keadaan yang tidak bisa melihat apa-apa, meskipun kedua matanya buta, akan tetapi dengan bersandarkan rasa syukur terhadap budi agung Maha Mula Acarya, menggunakan “mata batin” yang paling tulus ternyata telah menyelesaikan sebuah gambar lukisan bija aksara “HUM” untuk dipersembahkan kepada Maha Guru, sebagai perwujudan rasa syukur terdalam! Semua umat se-Dharma yang berada di ruang bhaktisala sangat tersentuh yang kemudian serempak bertepuk tangan meriah untuk memberikan support kepadanya!

Inilah keagungan daya Pemberkatan Adisthana dari Yang Arya Dharmaraja Lian Sheng, yang juga memperlihatkan kesaksian akan kemukjizatan daya kekuatan silsilah!

Monday, October 21, 2013

【Warta Dharmadesana Arya Sheng-yen Lu 19 Oktober 2013】Pemeroleh keberhasilan Dzogchen mencapai Empat Fenomena Batin.


【盧勝彥尊者10月19日開示新聞】大圓滿法成就者證四現象。
【Warta Dharmadesana Arya Sheng-yen Lu 19 Oktober 2013】Pemeroleh keberhasilan Dzogchen mencapai Empat Fenomena Batin.

Arya Maha Guru Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada tanggal 19 Oktober 2013 memimpin pujabhakti bersama “Sadhana Adinata Avalokitesvara Bodhisattva” di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple.

Berikut adalah intisari Dharmadesana Maha Guru :

Avalokitesvara Bodhisattva adalah sesosok Bodhisattva yang penuh Maitri Karuna, Ia mempunyai banyak tubuh penjelmaan, kisah-kisah pertolonganNya kepada insan manusia sangat banyak beredar. Pada masa dahulu kala sebenarnya Ia adalah sesosok Buddha, bergelar Tathagata Zhengfa Ming (正法明如来/Zhengfa Ming Rulai), kemudian oleh sebab melaksanakan karya pertolongan kepada insan sehingga Ia menjadi sosok Bodhisattva yang memanifestasikan banyak ragam wujud rupa. Ia mempunyai penjelmaan tubuh yang tak terhingga, Ia senantiasa berada di alam duniawi, dan tidak pernah meninggalkan alam fana ini untuk menolong insan dunia Saha. Bodhimanda tempat ibadah pemujaanNya terutama berada di Tibet, yang selanjutnya kembali memanifestasikan tubuh jelmaan tak terhingga ke berbagai penjuru dunia demi menolong insan.

Di dalam bhaktisala Vihara telah hadir Shellyann shijie : seorang saudari se-Dharma tunanetra yang berasal dari Toronto - Canada, Shellyann shijie berdiri dari tempat duduk kemudian menceritakan bahwa seusai memperoleh adisthana dari Yang Mulia Maha Guru, ia merasakan sebentuk energi hangat mengalir dari ubun-ubun kepala hingga terus beredar ke seluruh tubuhnya, dan kini kedua matanya pun sudah bisa melihat cahaya, yang dulunya hanya sekedar pandangan gelap gulita.

Yang Mulia Maha Guru berkata ini adalah pemberkatan Bodhisattva Avalokitesvara Berjubah Putih. Sewaktu kita melafalkan “Da Chi Da Bei Guanshiyin Phusa” hendaklah melengkapinya dengan kalimat “Guang Da Ling Gan” karena kuasa pertolonganNya sangat nyata .

Terdapat 4 fenomena batin untuk pemeroleh keberhasilan Dzogchen :

1. Keseimbangan batin, mampu meneduhkan batin dengan keheningan untuk memusatkan pikiran - tiada pikiran semu. Bisa hidup dengan sebatang kara, tak menyoal apakah di hutan belantara, ataupun berada di pusat hiburan di tengah keramaian orang, lubuk batin seorang Siddha senantiasa berada dalam keheningan, ia mempunyai bentuk kekuatan ini. Selama pikiran dapat terpusat, Buddha berkata tiada apapun yang tak dapat direalisasikan, apabila pikiran tidak dapat terpusat maka hal secuil apapun tidak akan bisa terwujud, oleh sebab tidak dipunyainya kuasa pemusatan pikiran. Batin insan senantiasa dalam ketidakseimbangan, karena konsentrasi mudah bercabang sehingga menjadikan pikiran berserakan. Daya konsentrasi untuk sebagian besar orang mudah terpecah-belah, alhasil tidak mampu memusatkan pikiran.

2. Tiada Kegentaran. Setelah penyaksian cahaya pada tahap Togal, pemahaman terhadap makna Buddhata dapat menghasilkan tiada kegentaran, tidak mementingkan diri sendiri yang bahkan kematian pun tidak ditakuti. Karena mengetahui apa hakikat kelahiran/kematian, mengetahui apakah makna terutama kehidupan di alam duniawi ini, memahami semua seluk-beluk kehidupan, terhadap apa saja tiada ketakutan. Tiada takut akan kematian karena mampu menuju Buddhaloka, derita penyakit juga tidak dihiraukan oleh karena memahami sedang menuntaskan buah karmavipaka penyakit, berusia lanjut pun tidak bermasalah.

3. Tanpa kerisauan dan kegundahan batin, setiap hari penuh sukacita, disebabkan ketenteraman rohani oleh Buddha Dharma berada pada tubuh, melayang-layang nan bebas leluasa, tubuh bagaikan sebuah panah terbang membumbung ke atas angkasa, bagaikan awan yang terbang mengawang-awang di atas cakrawala angkasa. Karena didalam tubuh terdapat api kundalini dan prana yang berkepenuhan, nadi tengah telah ditembusi; api kundalini, prana, bindu beredar di nadi tengah, setiap saat berbahagia dalam kehangatan. Kondisi ini merupakan kebahagiaan terunggul sehingga setiap hari senantiasa bergembira hati dan berbahagia.

【Rubrik Fans Arya Sheng-yen Lu】Maha Kontak Spiritual Cemerlang - Kesaksian Shellyann Siddoo di Seattle 19 Oktober 2013


超級殊勝大感應!
Maha Kontak Spiritual Cemerlang!
 

Arya Maha Guru Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada tanggal 19 Oktober 2013 di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple memimpin pujabhakti bersama “Sadhana Adinata Avalokitesvara Bodhisattva”, kemudian seorang saudari se-Dharma bernama Shellyann berdiri dari tempat duduknya dan menceritakan sebuah kisah yang menakjubkan, ternyata mata Shellyann shijie yang telah buta selama 5 tahun, tak dinyana atas pemberkatan moding (Red : jamah kepala) dari Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu, menyebabkan ia memperoleh adisthana nan welas asih dari “Bodhisattva Avalokitesvara Berjubah Putih”, ia yang semulanya hanya melihat kegelapan pekat di sekeliling, tak disangka kini telah bisa melihat ‘terang cahaya’.

Shellyann shijie adalah berkebangsaan India, dan awalnya berprofesi sebagai penguji bahan kimia, 5 tahun yang lalu pada sebuah uji eksperimen telah melukai kedua matanya, sejak saat itu dunia ini hanya menyisakan sebuah kegelapan pekat, sebelum makan malam bersama kemarin Arya Dharmaraja Lian Sheng secara khusus mengadisthana Shellyann shijie, ia merasakan sekujur tubuh diliputi oleh energi spiritual Abhiseka, setelah pulang ke rumah, tak menyangka malah sudah bisa melihat “cahaya”!

Berikut adalah petikan kisah Shellyan shijie yang pernah diposting di TBSky :

【Warta TBSky Testimonial untuk Y.A Sheng-Yen Lu】 Kesaksian Seorang Tunanetra Kewarganegaraan Indo-Canada : Saya mendapat penglihatan akan Yang Mulia Dharmaraja Lian

Saturday, October 19, 2013

【Koleksi Karya Tulis Arya Sheng-yen Lu】Mendedikasikan pahala kepada alam suci barat Sukhavatiloka


【Koleksi Karya Tulis Arya Sheng-yen Lu】Mendedikasikan pahala kepada alam suci barat Sukhavatiloka

Ada yang menanyakan saya filosofi Buddhis : “Anda berkata berbuat kebajikan akan naik ke surga, kemudian kembali berkata naik ke alam surgawi mengutamakan pada penikmatan buah berkah dan kebahagiaan, ketika berkah telah habis dinikmati, maka akan kembali jatuh, jika demikian bukankah berbuat kebajikan itu menjadi tidak lagi bermakna?”

Saya menjawab : “Tidak demikian, selama seorang sadhaka, tidak mendambakan terlahirkan ke alam surga, melimpahkan pahala ke alam suci barat Sukhavatiloka, tatkala buah kebajikan telah memperoleh penggenapan sempurna, dengan sendirinya akan terlahirkan ke Sukhavatiloka, tidak akan jatuh merosot, jika tiada akan jatuh merosot lagi, maka masa diri sendiri untuk mencapai keBuddhaan dapat dinantikan.”

“Kunci terutama berada di pelimpahan jasa pahala?”

“Benar sekali.”

Tanya : “Ada yang melimpahkan jasa pahala agar kembali datang ke dunia fana menyelamatkan insan, bolehkah demikian?”

Saya menjawab : “Boleh. Karena di alam fana mengandung derita dan kebahagiaan, adapun bahkan penderitaan melampaui kebahagiaan, oleh karena demikianlah banyak insan duniawi yang mengerti pelatihan bhavana, hal ini tentu lebih mengungguli alam dewata, untuk itu, datang kembali ke alam duniawi, juga merupakan cara yang baik untuk melatih Bodhi Pembebasan.”

Saya berkata, dahulu kala, ada seorang bhiksu menekuni Samadhi, tanpa diduga digigit oleh ular, mati karena keracunan, bhiksu ini belum memperoleh buah penerangan, hanya saja menaati Sila.

Oleh sebab itu, ia naik ke alam dewa, dilayani 500 dewi surgawi, tetapi bhiksu ini tidak berkeinginan menikmati kebahagiaan di alam dewa.

Ia bertanya kepada dewi surgawi, dimanakah berada tempat untuk bisa meneruskan bhavana.

Dewi surgawi menjawab : “Satu-satunya hanyalah memasuki Sangharama meninggalkan hidup perumah tangga.”

【Warta Kilat TBSky】Buku mandarin terbaru Maha Guru telah diterbitkan!


【真佛天空極速報】師尊新書封面已經出爐!
【Warta Kilat TBSky】Buku mandarin terbaru Maha Guru telah diterbitkan!

Bulan September tahun ini di Seattle, Maha Guru memberitahu kami semua : akan menuliskan buku terbaru ini.

Saya bertanya pada Maha Guru : "Mohon tanya apakah kategori buku terbaru ini?"

Shizun menjawab : "Buku ini akan menuliskan yang berkenaan dengan filsafat....."

Alangkah senangnya!

Saya paling menggemari filsafat Maha Guru, yang dapat memberikan pencerahan kebijaksanaan terhadap kehidupan kita, bagaimana pendapat anda semua setuju tidak?

Foto : tulisan tangan Maha Guru menuliskan judul buku terbaru yang ke-238 : "Duìzhe yuèliàng shuōhuà" (Red : Bertutur kata kepada Rembulan)

~~~~~~~~~~~~~~~~

【TBSky Bahasa Indonesia】Setiap hari menyediakan warta berita terbaru, artikel pelimpahan jasa untuk kepedulian terhadap sesama insan, perenungan Silsilah melalui Petuah Emas dan Dharmadesana Yang Mulia Mulacarya Lian Sheng, serta berbagi foto agung para Buddha Bodhisattva!

Friday, October 18, 2013

【Petuah Emas Arya Sheng-yen Lu】Y.A Dharmaraja Lian Sheng mengajarkan siswa "Apakah yang disebut Buddha-ksetra Maha Padmini Loka?"


【盧勝彥尊者金句】 聖尊蓮生活佛盧勝彥教導弟子何謂【摩訶雙蓮池淨土 】?
【Petuah Emas Arya Sheng-yen Lu】Y.A Dharmaraja Lian Sheng mengajarkan siswa "Apakah yang disebut Buddha-ksetra Maha Padmini Loka?"

“Buddha-ksetra Maha Padmini Loka” yang Kudirikan, adalah kota keyakinanKu, juga merupakan kota milik anda semua.

Saya bernamaskara kepada Buddha-ksetra ini, Anda seyogyanya juga bernamaskamara kepada Buddha-ksetra ini, Buddha-ksetra ini adalah keyakinanKu, juga merupakan keyakinan anda semua.

Jika anda semua percaya Kepercayaan DiriKu, anda mengikuti saya, saya tidak akan membiarkan anda semua kecewa, karena itu bukan semata sebuah mimpi, sepenggal kenangan.

Bersambung….

《Kutipan dari buku karya tulis Dharmaraja Lian Sheng》

【TBSky Bahasa Indonesia】Setiap hari menyediakan warta berita terbaru, artikel pelimpahan jasa untuk kepedulian terhadap sesama insan, perenungan Silsilah melalui Petuah Emas dan Dharmadesana Yang Mulia Mulacarya Lian Sheng, serta berbagi foto agung para Buddha Bodhisattva!

Thursday, October 17, 2013

【Rubrik Fans Arya Sheng-yen Lu】Surat Wasiat saudari se-Dharma Lianhua Chai Man Penulis : Lianhua Yue Qin


【盧勝彥尊者粉絲專欄】【蓮花彩滿師姐的遺言】文/蓮花月琴
【Rubrik Fans Arya Sheng-yen Lu】Surat Wasiat saudari se-Dharma Lianhua Chai Man

Penulis : Lianhua Yue Qin

“Para saudari/i se-Dharma sekalian, ketika saya pergi, mohon jangan bersedih. Saya akan mengingati kebaikan anda terhadap saya, serta membantu saya terlahirkan di Maha Padmini Loka. Atas berkat karunia penjemputan Maha Guru, menjalani kehidupan pada kali ini menjadi tidak sia-sia. Ini adalah barang penyerta badan saya dalam kelahiran ke alam Maha Padmini Loka :

(1) Baju Buddhis
(2) Celana Buddhis
(3) Japamala
(4) Jubah sadhana
(5) Selimut Penyeberangan Ushnisha Vijaya
(6) Pasir Tujuh Ratna kolam teratai
(7) Kertas Dharani Ushnisha Vijaya
(8) Kertas perekat (pasir tujuh ratna di alas dasar)
(9) Tanah Ushnisha Vijaya

Mohon pada Acarya membantu saya terseberangkan ke Buddhaloka serta kepada Lian Xi Fashi, terima kasih.
Mohon sebut nama saya dengan Lianhua Chaiman shijie, tolong jangan gunakan panggilan Nyonya Lao Thai.”

Ketika saya melihat kertas surat ini, tak tertahankan berlinangan air mata….. teringat kembali dahulu percakapan dengan Lianhua Chaiman shijie, sorot matanya yang selalu penuh dengan kelembutan….


【Warta Dharmadesana Arya Sheng-yen Lu 12 Oktober】Arya Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada hari Sabtu 12 Oktober 2013 bertempat di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple memimpin “Sadhana Adinata Buddha Amitabha”, dan mengajarkan “Sadhana 9 Tingkat Dzogchen”.


【盧勝彥尊者10月12日開示新聞】2013年10月12日(星期六)聖尊蓮生活佛 盧勝彥法王於〈西雅圖雷藏寺〉主持「阿彌陀佛本尊法」,講授「大圓滿九次第法」。
【Warta Dharmadesana Arya Sheng-yen Lu 12 Oktober】Arya Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada hari Sabtu 12 Oktober 2013 bertempat di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple memimpin “Sadhana Adinata Buddha Amitabha”, dan mengajarkan “Sadhana 9 Tingkat Dzogchen”.

Usai sadhana bersama, Arya Dharmaraja Lian Sheng terlebih dahulu memberikan sembah hormat kepada para Guru Silsilah, kemudian menyapa seluruh jajaran Dharmaduta, tamu-tamu terhormat beserta seluruh umat dan simpatisan di internet kemudian memberikan babaran Dharma : Makna Rahasia dari Buddha Amitabha ialah “Cahaya Tak Terhingga”, “Usia Tak Terhingga”, dan Buddha Amitabha adalah sesosok Adinata yang paling ternama, diketahui oleh setiap orang; Anggota Sangha apabila saling bersua memakai lafalan “Amituofo” sebagai salam saling menyapa; demikian pula Tanah Suci Hyang Buddha Amitabha pun ialah yang paling indah, dan Tanah Suci yang paling ternama.

Semasa melafalkan nama Buddha, hendaklah melafalkan Amituofo, dan hendaklah juga melafalkan nama dua penyerta suci “Avalokitesvara Bodhisattva” dan “Mahasthamaprapta Bodhisattva”, inilah Tiga Suciwan dari Alam Barat.

Pintu penekunan penjapaan nama Buddha milik “Aliran Tanah Suci”, memprioritaskan kepada Maha Sadhana Amitabha, yakni pendarasan nama Budha, yang dikenal juga sebagai Jalan Penekunan termudah. Salah satu cara mudah mendaraskan nama Buddha - - menarik napas kemudian mendaraskan nama Buddha sampai napas dihembuskan, dilakukan hingga total sebanyak 10 kali, inilah yang disebut sebagai “Sadhana Sepuluh Penjapaan”.

Adapun pada pelafalan nama Buddha ada yang berupa pelafalan empat aksara, dan ada pula pelafalan enam aksara, Arya Dharmaraja Lian Sheng memperagakan beberapa jenis pelantunan japa nama Buddha, kemudian menjelaskan kepada semua umat, bahwa jenis pelantunan seperti apa yang paling anda sukai, maka bisa menggunakan jenis pelantunan tersebut.

Arya Dharmaraja Lian Sheng mengajarkan umat cara menjapa nama Buddha, jika penjapaan di alam terbuka, boleh bervisualisasi Buddha Amitabha menjulang bagaikan pohon pinus, bahkan tingginya hingga mencapai langit, sembari menjapa nama Buddha, sembari memvisualisasikan wujud agung Buddha Amitabha ;


Jika penjapaan nama Buddha dilakukan di dalam Vihara ataupun rumah, boleh bervisualisasi Buddha Amitabha setinggi ibu jari, seluruh badan berwarna keemasan, bersemayam di kening antara alis mata, bahkan diri sendiri bertransformasi menjadi Buddha Amitabha, setelah visualisasi dengan sejelas-jelasnya, pasti akan memperoleh sensasi spiritual, dan diri sendiri akan mengetahui apakah Buddha Amitabha hadir apa tidak.

Sewaktu Arya Dharmaraja Lian Sheng memandu umat melaksanakan pradaksina mengitari Buddha di Vihara di setiap harinya, setiap kali Buddha Amitabha pasti hadir pula, dan inilah kondisi samprayukta (Red: xiangying).

Adanya perolehan samprayukta, maka sewaktu diri menjelang ajal, selama sepenuh hati menjapa nama Buddha, maka Buddha Amitabha pada waktu yang krusial ini, akan menjemput anda terseberangkan ke Tanah Suci!

Jadi sekali memperoleh kontak samprayukta, maka selamanya tiada akan terpisahkan!

Selanjutnya, Arya Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu meneruskan babaran kepada umat mengenai Abhiseka dan Fenomena Refleksi Abhiseka daripada “Sadhana Dzogchen”.

Abhiseka di aliran Tantrayana terdapat 4 tingkatan : Abhiseka Pot, Abhiseka Sadhana Internal, Abhiseka Anuttara Tantra, Abhiseka Dzogchen. Sedangkan pada Sadhana Dzogchen sendiri terkandung dua abhiseka yang sangat penting :

1. Abhiseka Panca Buddha (五佛巖頂灌頂) : Abhiseka sentuhan Panca Cakra. (Karmapa ke-16 pernah mengabhiseka Arya Dharmaraja Lian Sheng abhiseka jenis ini, luar biasa sekali.)
Di ‘cakra ubun-ubun’ berada Vairocana Buddha dan Buddhamatri, di ‘cakra tenggorokan’ berada Buddha Amitabha dan Buddhamatri, di ‘cakra hati’ berada Buddha Aksobhya dan Buddhamatri, di ‘cakra pusar’ terdapat Buddha Ratnasambhava dan Buddhamatri, di ‘cakra reproduksi’ (mencakup 4 anggota badan) berada Buddha Amoghasiddhi dan Buddhamatri.

Ketika menerima abhiseka, memvisualisasikan Buddhapitri (Red: Fo-fu/The Father of all Buddhas) dan Buddhamatri (Red: Fo-mu/The Mother of all Buddhas) dari Panca Cakra mengalirkan air amerta, mengabhisekakan seluruh badan, membuat kekotoran pikiran-perkataan-perbuatan sadhaka, beserta prana-nadi-bindu seluruh-luruhnya memperoleh penyucian, ini adalah abhiseka sadhana dzogchen yang sangat penting.

Panca Buddha adalah Guru Sesepuh generasi kedua dari Sadhana Dzogchen, menekuni sadhana dzogchen hendaklah sangat intim berhubungan erat dengan Panca Buddha, di setiap waktu tak pernah terpisahkan.

Wednesday, October 16, 2013

【Warta Khusus TBSky】Bukti Eksistensi Padmakumara ada di Gua Mogao Dunhuang - propinsi Gansu, China


【真佛天空特寫】敦煌莫高窟第217窟的大白蓮花童子,衪手持白蓮花,坐在阿彌陀佛前面。
Bukti SUPER dahsyat ~ Padmakumara sungguh ada!
【Warta Khusus TBSky】Maha Padmakumara Putih di gua ke-217 dari "Gua Mogao Dunhuang", tampak jelas tanganNya memegang Teratai Putih, duduk di depan Buddha Amitabha.

Wikipedia :
Gua Mogao (bahasa Tionghoa: 莫高窟; pinyin: mò gāo kū) (juga dijuluki sebagai Gua Seribu Buddha dan Gua Dunhuang) membentuk suatu sistem 492 kuil yang terletak 25 km (15,5 mil) arah tenggara dari pusat kota Dunhuang, sebuah oase strategis yang terletak di persimpangan jalur lintas budaya Jalur Sutra di provinsi Gansu, China. Gua-gua ini menyimpan beberapa contoh terbaik Seni Buddha yang mencakup rentang waktu 1.000 tahun. Pembangunan tempat suci buddha ini dimulai pada tahun 366 M sebagai tempat penyimpanan naskah suci dan seni buddha.Gua Mogao adalah gua berukir yang paling terkenal di China, disamping Gua Longmen dan Gua Yungang. Ketiganya adalah situs arca buddha paling termahsyur di China. Gua-gua ini juga terkenal akan keindahan lukisan dindingnya.

Tuesday, October 15, 2013

【Warta TBSky Testimonial untuk Y.A Sheng-Yen Lu】Kisah kesaksian penyakit langka, Mukjizat penyelamatan hidup oleh Arya Dharmaraja Lian Sheng



【盧勝彥尊者粉絲見證】罕見疾病的見證,聖尊蓮生活佛救渡活命的奇蹟。
【Warta TBSky Testimonial untuk Y.A Sheng-Yen Lu】Kisah kesaksian penyakit langka, Mukjizat penyelamatan hidup oleh Arya Dharmaraja Lian Sheng

Sebuah penyakit langka bernama “Sindrom Stevens-Johnson (SJS)” yang kemungkinan hanya diderita 1 di antara 10 juta orang, umumnya bagi si penderita penyakit tersebut, sudah cukup mematikan apabila terjadi disfungsional pada berbagai organ tubuh.

Alangkah asingnya sindrom penyakit seperti ini untuk masyarakat awam, tetapi tepat pada tahun lalu di bulan Juli 2012 telah terjadi pada diri saudari se-Dharma : Sandy.

Melewati derita hidup segan mati tak mau, 90% lepuhan fatal yang dihasilkan oleh penyakit kulit di sekujur badan, berdampak fungsi organ-organ tubuh melemah, dua kali pemberitahuan kondisi gawat darurat dari rumah sakit Chicago, menyebabkan seluruh pihak keluarga sudah pasrah membuang harapan….

Acarya Lian Long memohon Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu berbelas kasih menjemput Sandy shijie; tetapi tepat pada saat-saat kritis, setelah memperoleh kekuatan berkat Maha Welas Asih dari Maha Guru Lu, Sandy yang telah koma persis dua bulan dengan begitu ajaibnya tersadarkan….

Bagaimanakah rupa peristiwa nyata yang sedemikian mengguncang batin ini?

Berikut dibawah ini adalah kisah kesaksian penuturan Sandy shijie :

Sandy : Tahun lalu bulan Juli 2012, karena terlampau kelelahan telah menyebabkan gejala urat kejang-kejang, setelah menemui dokter, saya mulai mengonsumsi obat-obatan penyembuh urat kejang, tetapi diri saya sendiri yang awalnya tidak pernah mengalami alergi, malah timbul efek samping ‘alergi fatal’ terhadap jenis obat-obatan tersebut, saya sendiri pun tidak tahu dan demikianlah, mulai perlahan-lahan melangkah menuju jurang dalam penderitaan yang menakutkan… saya sendiri tahu inilah kemunculan buah karma buruk diri sendiri….

【Petuah Emas Arya Sheng-yen Lu】Y.A Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu mengajarkan siswa “Apakah 3 kategori individu yang menekuni Tantrayana tidak akan memperoleh keberhasilan”?


【盧勝彥尊者金句】 聖尊蓮生活佛盧勝彥教導弟子【哪三種人修密宗得不到成就 】?
【Petuah Emas Arya Sheng-yen Lu】Y.A Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu mengajarkan siswa “Apakah 3 kategori individu yang tidak akan memperoleh keberhasilan menekuni Tantrayana”?

Dan saya memastikan ada 3 kategori individu yang menekuni Tantrayana pasti tidak akan memperoleh keberhasilan :

1. Ragu kepada diri sendiri
Diri sendiri meragukan diri sendiri bukanlah Buddha, diri sendiri meragukan diri sendiri tidak mungkin mencapai keBuddhaan, diri sendiri meragukan potensi diri sendiri tak berkecukupan.

2. Ragu kepada Guru
Keraguan kepada Guru tiada dapat membangkitkan sikap penghormatan dan ketaatan. Pupusnya rasa hormat, pupusnya sikap taat, tentulah tiada dapat memperoleh berkat adisthana Mula Acarya. Tanpa kekuatan berkat adisthana, maka tiada akan dapat mencapai keberhasilan.

3. Ragu kepada Dharma
Meragukan Dharma Tantrayana, berakibat penekunan sadhana tidak akan bisa ditekuni dengan mendalam. Tanpa penekunan mendalam, tidak akan bisa memperoleh manfaat pengamalan. Tiada manfaat pengamalan apakah pula manfaat untuk menekuni sadhana?

Saya menjamin bagi insan yang mempercayai Aku adalah Buddha, bagi insan yang hormat menjunjungi Dharmaraja Lian Sheng Huo Fo, bagi insan yang bersadhana sekali setiap hari sepenuh hati mendalam meyakini Dharma Tantra Satya Buddha, bagi insan yang tekun gigih dalam semangat Virya tak lengah tiada kemelekatan, saya jamin orang seperti ini pasti mencapai keBuddhaan.

Monday, October 14, 2013

【Warta Kilat TBSky】Kutipan Dharmadesana Maha Guru Lian Sheng 13 Oktober 2013 : Sadhana Bindu


【真佛天空極速報】師尊剛剛(20 13年10月13日)在美國西雅圖彩虹雷藏寺開示,講最殊勝的《明點法》。
【Warta Kilat TBSky】Maha Guru baru saja (13 Oktober 2013) di Seattle Rainbow Temple membabarkan, menguraikan “Sadhana Bindu” yang paling luar biasa.
Maha Guru berkata : “Cairan Candra Bodhicitta (菩提心月液) di cakra ubun-ubun disebut sebagai ‘Teratai Seribu Kelopak’ (千葉蓮花). Sedangkan di sekujur tubuh manusia seluruhnya berisi Bindu.”

“Cairan Candra Bodhicitta (bindu) asal muasalnya adalah unsur solid, karena sadhaka melatih api kundalini, api naik membakar ke atas bisa melelehkan Cairan Candra Bodhicitta, kemudian turun melalui nadi tengah menetes ke bawah.”

“Semasa Cairan Candra Bodhicitta (bindu) menetes kebawah melewati nadi tengah, pasti menghasilkan Maha Sukha!

Melewati ‘cakra tenggorokan’ menjadi 初喜: Kebahagiaan Awal (ananda/joy), ‘cakra hati’ menjadi 勝喜: Kebahagiaan Terunggul (paramananda/perfect joy), ‘cakra pusar’ menjadi 超喜: Pelampauan Kebahagiaan (viramananda/joy of cessation) , ‘cakra reproduksi’ menjadi 俱生喜: Kebahagiaan pembawaan lahir (sahajananda/innate joy).

Pelatihan pencapaian Empat Kebahagiaan (Caturananda) selanjutnya meneruskan mengangkat bindu, dengan prana dorong ke atas, lebur memasuki kekosongan, segera menghasilkan Empat Kekosongan (Catur Sunyata).”

“Sebagian besar individu mengusahakan perpanjangan rasa kebahagiaan diri untuk pengurangan penderitaan diri sendiri. Sedangkan pada pelatihan sadhana Tantra mampu memperoleh Maha Sukha duniawi, jika anda menekuni sadhana anasrava, kebahagiaan tersebut bertambah semakin panjang!”
 

Sunday, October 13, 2013

【Warta TBSky Rubrik Fans Arya Sheng-yen Lu】Pengembaraan Padma Acarya (1)


【盧勝彥尊者粉絲專欄】:一頁心發現(17)主題:蓮花上師的遊歷(1)作者:蓮花慧君寫於2013年8月30日
【Warta TBSky Rubrik Fans Arya Sheng-yen Lu】Pengembaraan Padma Acarya (1)
oleh : V.A Huijun ditulis pada tanggal 30 Agustus 2013

Menuliskan tema ini (Red: Pengembaraan Padma Acarya), bukanlah untuk memberitahu para pembaca sekalian dimana tempat yang enak untuk dikunjungi, melainkan dengan pena tumpul ini, mencatat jejak kaki penyebaran Dharma diri sendiri, dengan bersemayamnya kekuatan silsilah Maha Acarya diatas kepala, saya akan menceritakan kisah demi kisah penyiaran ajaran Dharma Silsilah.

Teringat kembali di masa dahulu Guru Dhara pernah memberitahu saya : “Huijun kelak menyebarluaskan Dharma, harus mendorong penyiaran buku Maha Guru ya!” (tentu tercakup disini Dharmadesana Maha Guru).

Tak disangka kalimat tersebut akan menjadi jimat pelindung jiwa saya sepanjang kegiatan penyiaran Dharma, asalkan ketika upacara Dharma menuturkan buku beserta Dharmadesana Maha Guru, tepuk tangan para umat pasti menggelegar, ini bukanlah kehebatan saya, melainkan kehebatan nan unggul Guru saya Yang Arya Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu! Adapun, babak perjalanan menyiarkan karya tulis Maha Guru ini, tak terasa telah dituturkan puluhan tahun.

Hari-hari penyiaran Dharma saya dilalui dengan mengikuti sesuai ajaran Dharma Maha Guru, setiap kesempatan menuturkan ajaran Dharma Maha Guru, pasti acap kali menampilkan kekuatan Mula Silsilah, umat yang tadinya mengantuk menjadi bersemangat terbangunkan, yang tadinya lupa merenungkan visualisasi Maha Guru jadi mengingati kembali Guru berbudi diri sendiri, umat yang tadinya diterpa kesedihan dan tekanan batin, segera menampaki pengharapan dan melepaskan amarah….

Ajaran Dharma Maha Guru sungguh-sungguh mengandung daya pemikat yang nyata! Saya tidak perlu menceritakan bagaimana rupa kontak batin pribadi ataupun kekuatan adi kodrati, asalkan menuturkan Daya Mahabhala Maha Guru, telah meliputi seluruh-luruhnya! Sungguh benar demikian!...........

29 Agustus 2013, saya berangkat dari Seattle melalui pesawat tiba di Vihara ‘True Buddha California E-Rooh Society’ (一如雷藏寺)- Los Angeles ~ kota dengan cahaya terik mentari. Oleh karena di tas kain Sangha saya masih terjepit kartu nama semasa mengikuti “Maha Upacara Dharma Arya Pindola” yang ditransmisikan oleh Maha Guru di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, semuanya merasa ini adalah sebuah hal yang baru dan menarik. Saya berkata : “Ini tandanya pulang dari ‘ziarah suci ke Seattle!” (umat muslim pulang dari ziarah ke Mekkah mengenakan peci putih, saya sebagai Acarya pulang dari ziarah suci mengenakan kartu nama Maha Upacara Dharma, Hehe! Cukup kreatif ya! Biar untuk yang tidak ikut menghadiri……. Meneteskan air liur……….)

Semasa jamuan penyambutan Acarya di daerah setempat, saya menemukan umat-umat disini sangat menjunjung tinggi Dharma, sekali menyinggung tentang Dharmadesana Maha Guru, dan pelatihan bhavana Dharma Tantra, setiap orang akan membuka mata lebar-lebar seksama mendengarkan dengan penuh perhatian. Saya merasa semangat akan pembelajaran Buddha Dharma, perkembangannya akan lebih pesat bagi individu yang mempunyai kualitas ‘menjunjung tinggi Dharma’.

【Warta Kesaksian Fans Arya Sheng-Yen Lu】Kesaksian kontak batin Shengji Fa oleh Bhiksu Lama Lian Tian



【盧勝彥尊者粉絲見證報】馬來西亞马六甲大善堂蓮天法师做见证,在去年他曾经报名師尊在彩虹雷藏寺做生基,之後,有一天早上, 他夢見師尊伸手為他摩頂,而且是重重的按下去。
【Warta Kesaksian Fans Arya Sheng-Yen Lu】Bhiksu Lama Lian Tian dari Cetya Da San Thang - Melaka memberikan kesaksian, tahun lalu ia pernah mendaftarkan diri pada upacara ritual "Shengji Fa" yang dipimpin oleh Maha Guru bertempat di Seattle Rainbow Temple, kemudian, pada suatu pagi hari, ia bermimpi Maha Guru menjulurkan tangan memberikan berkat penjamahan kepala (moding), serta ditekan dengan kuat-kuat pula.

Setelah terbangun ia merasakan sungguh takjub, diperiksanya penanggalan hari bersangkutan, ternyata hari itu di waktu Amerika setempat, Maha Guru sedang melaksanakan ritual Shengji, dan ia pribadi sudah mendaftarkan diri.

Lian Tian Fashi sangat bersyukur atas berkat adisthana silsilah Maha Guru!

【TBSky Bahasa Indonesia】Setiap hari menyediakan warta berita terbaru, artikel pelimpahan jasa untuk kepedulian terhadap sesama insan, perenungan Silsilah melalui Petuah Emas dan Dharmadesana Yang Mulia Mulacarya Lian Sheng, serta berbagi foto agung para Buddha Bodhisattva!

Silahkan menekan tombol ‘LIKE’ di halaman utama Facebook Fanspage “TBSkyBahasaIndonesia”, untuk memudahkan notifikasi setiap kali adanya berita terbaru ke hadapan Anda!

https://www.facebook.com/TBSkyBahasaIndonesia

Saturday, October 12, 2013

【Petuah Emas Arya Sheng-yen Lu】Yang Mulia Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu mengajarkan siswa apakah makna “Tri Guhya”?



【盧勝彥尊者金句】 聖尊蓮生活佛盧勝彥教導弟子何謂【 三密 】?
Sembah sujud kepada Maha Guru Lian Sheng, dan Salam hormat kepada Guru Dhara serta Salam hangat kepada seluruh Saudara/I se-Dharma!
【Petuah Emas Arya Sheng-yen Lu】Yang Mulia Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu mengajarkan siswa apakah makna “Tri Guhya”?

Dharma Tantra Satya Buddha bersandarkan kepada Tri Guhya (Tiga Rahasia) dalam penekunan Bhavana hingga mencapai keBuddhaan, Tri Guhya tersebut adalah :

“Membentuk Mudra” menyimbolkan sikap tubuh (kaya-mudra) Adinata.
“Menjapa Mantra” menyimbolkan mustika realisasi pencapaian aktual Adinata.
“Penggunaan Visualisasi” menyimbolkan Daya Renungan pikiran Adinata.

Kunci paling utama didalam pelatihan Dharma Tantra Satya Buddha adalah :
1 . Pikiran semrawut dihimpun menjadi Tunggal.
2 . Pikiran Tunggal ditransformasikan menjadi Tiada Pikiran.
3 . Tiada Pikiran ditransformasikan sama seperti seluas cakrawala angkasa.

Aktivitas dimulai dari Pembentukan Mudra, Penjapaan Mantra, Visualisasi, dikembangluaskan hingga memasuki Dhyana Samadhi, hingga Maha Keberhasilan pencapaian keBuddhaan, inilah metode pelatihan rohani Zhenfozong.

【Koleksi Karya Tulis Arya Sheng-yen Lu】Makna Pentingnya Sadhana Catur Prayoga


【Koleksi Karya Tulis Arya Sheng-yen Lu】Makna Pentingnya Sadhana Catur Prayoga

“Apakah Sadhana yang terpenting?”
“Catur Prayoga adalah Sadhana yang paling penting.” Jawab saya.
“Mengapakah?”
“Karena Sadhana Catur Prayoga adalah ‘Fondasi’ keberhasilan Tantrayana, andaikata Fondasi tidak kokoh, melatih sadhana apapun bagaikan bangunan paviliun di atas awang-awang.”
Awal mula pelatihan Sadhana Tantra kita, terlebih dahulu mendirikan ‘Fondasi’, yang disebut “Prayoga” adalah mengandung makna perlu menambahkan usaha dalam sekian waktu lagi barulah bisa melaksanakan bhavana.

Masing-masing sadhana didalam “Catur Prayoga” mempunyai maknanya tersendiri, saya terangkan seperti berikut :
1 . Sadhana Catur Sarana.
2 . Sadhana Maha Namaskara.
3 . Sadhana Maha Puja.
4 . Sadhana Vajrasattva Bodhisattva.

Sadhana Catur Sarana diatas adalah penjapaan mantra Catur Sarana, meneguhkan Maggacitta (Kesadaran akan Sang Jalan). Sadhana Maha Namaskara, adalah pelenyapan rintangan karmawarana. Sadhana Maha Puja, adalah peningkatan berkah dan kebijaksanaan. Sadhana Vajrasattva Bodhisattva, adalah pertobatan kesalahan.

Friday, October 11, 2013

【Warta TBSky】 Berita Pengumuman Kegiatan Dharma Maha Guru Dharmaraja Lian Sheng di Taiwan bulan November - Desember


Yang Mulia Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada tanggal 17 November 2013 akan tiba di Taiwan dalam rangka pembabaran Dharma, serta pemberian berkat.

Dharmaraja Lian Sheng atas undangan umat Taiwan dan seluruh umat Asia Tenggara, akan tiba di Taiwan pada tanggal 17 November pukul 5:45 subuh melalui maskapai penerbangan Eva Air, membuka serangkaian kegiatan Dharma, pengikisan malapetaka dan memohon pemberkahan demi segenap insan, dipersilahkan semua umat untuk ramai-ramai menghadiri dan terus mengikuti informasi yang berkenaan.

Upacara Dharma Pemberkahan Musim Semi di Taiwan Lei Tsang Temple tahun lunar Jiawu, ditetapkan diselenggarakan pada tanggal 8 Februari 2014 (penanggalan lunar hari ke-9) 



Berita Pengumuman
Jadwal Kegiatan Upacara Dharma Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu pada bulan November dan Desember 2013 bertempat di Taiwan Lei Tsang Temple

Thursday, October 10, 2013

【Liputan Khusus TBSky】Maha Guru Lian Sheng mengajarkan Sembilan Tahapan Pernapasan Buddha

【真佛天空特寫】聖尊於 2013年9月22日在西雅圖雷藏寺 開示:「大圓滿法」一樣是注重「氣、脈、點」。「元氣」要很充足,「中脈」從頂竅到密輪要能暢通,「明點」菩提心月液能降至密輪、再提到眉心輪,再等持於全身各脈,可「降提持散」。
如此一來,氣脈點都修通了,才可以開始修「脫噶」的「看光」。修氣中的最基礎法就是「九節佛風」。

【Liputan Khusus TBSky】Yang Arya Dharmaraja Lian Sheng pada tanggal 22 September bertempat di Ling Shen Ching Tze Temple membabarkan : “Maha Sadhana Dzogchen” sama pula menitikberatkan ‘prana, nadi, bindu’.

“Prana” atau Chi : hendaklah penuh, “Nadi Tengah” : dari ubun-ubun kepala hingga cakra reproduksi mesti lancar tak tersumbat, “Bindu” : nektar/cairan candra bodhicitta (菩提心月液) bisa turun hingga ke cakra reproduksi, kemudian dibawa hingga ke cakra ubun-ubun, kemudian tahan hingga menelusuri berbagai nadi sekujur tubuh, mampu melakukan tahapan ‘turun-bawa-tahan-beredar’.

Demikianlah, jika pelatihan prana-nadi-bindu telah berhasil dikuasai, barulah boleh menekuni Penampakan Cahaya pada tingkat “Togal”. Cara terdasar untuk melatih prana adalah “Sembilan Tahap Pernapasan Buddha”. (九節佛風)

Selanjutnya, Dharmaraja Lian Sheng menjelaskan lebih lanjut serta memperagakan langkah “Sembilan Tahap Pernapasan Buddha” (pernapasan sempurna) dengan kunci terutamanya - -

1. Duduk dengan sikap sempurna

2. Visualisasikan diri sendiri hanya menyisakan sebuah wadah

3. Visualisasi Yidam duduk tepat di hadapan

4. Visualisasi lubang hidung Yidam memancarkan cahaya putih, sadhaka menggunakan lubang hidung sebelah kanan menghirup cahaya putih (saat ini mesti menggunakan jari kelingking kiri menekan lubang hidung kiri); cahaya putih menelusuri nadi kanan turun hingga ke titik Avadhuti (dan-tian) berubah menjadi cahaya berwarna merah, kemudian menelusuri nadi kiri naik hingga ke lubang hidung kiri; saat ini digantikan tangan kanan menekan lubang hidung kanan, lepaskan tangan kiri kemudian hembuskan hawa berwarna hitam dari lubang hidung kiri. (langkah ini adalah tahap pertama dari 9 Tahapan Pernapasan Buddha)

5. Kembali bervisualisasi, lubang hidung Yidam memancarkan cahaya putih, sadhaka menggunakan lubang hidung sebelah kiri menghirup cahaya putih (saat ini gunakan jari kelingking kanan menekan lubang hidung kanan); cahaya putih menelusuri nadi kiri turun hingga ke titik Avadhuti (dan-tian) berubah menjadi cahaya berwarna merah, kemudian menelusuri nadi kanan naik hingga ke lubang hidung kanan; saat ini digantikan tangan kiri menekan lubang hidung kiri, lepaskan tangan kanan kemudian hembuskan hawa berwarna hitam dari lubang hidung kanan. (langkah ini adalah tahap kedua dari 9 Tahapan Pernapasan Buddha)

6. Kembali bervisualisasi, kedua lubang hidung Yidam memancarkan cahaya putih, sadhaka menggunakan dua lubang hidung menghirup cahaya putih (bersamaan gunakan 2 jari kelingking menekan dua lubang hidung); cahaya putih menelusuri nadi kiri dan kanan turun hingga ke titik Avadhuti (dan-tian) berubah menjadi cahaya berwarna merah, kemudian menelusuri Nadi Tengah naik hingga ke ubun-ubun kepala, tak tertembus; kembali turun hingga ke titik Avadhuti, menelusuri kedua nadi kiri dan kanan hingga keluar dari dua lubang hidung menghembuskan hawa hitam (langkah ini adalah tahap ketiga dari 9 Tahapan Pernapasan Buddha)

7. Langkah keempat yakni dari lubang hidung kiri menghirup cahaya berwarna putih, hawa hitam dihembuskan keluar dari lubang hidung kanan; langkah kelima menghirup cahaya putih dari lubang hidung kanan, kemudian hawa hitam dihembuskan keluar dari lubang hidung kiri, langkah keenam menghirup cahaya putih dari kedua lubang hidung, kemudian menghembuskan hawa hitam dari kedua lubang hidung.

8. Langkah ketujuh yakni menghirup cahaya putih dengan kedua lubang hidung, hawa hitam dihembuskan keluar dari kedua lubang hidung; langkah kedelapan menghirup cahaya putih dari lubang hidung kanan, kemudian menghembuskan hawa hitam keluar dari lubang hidung kiri, langkah kesembilan menghirup cahaya putih dari lubang hidung kiri, kemudian hawa hitam dihembuskan keluar dari lubang hidung kanan.

9. Kunci penting langkah-langkah diatas berada pada pernapasan “halus, pelan, panjang”.

‘Halus’ artinya dapat dengan seksama, ‘Pelan’ bearti pikiran terpusat, ‘Panjang’ bearti pernapasan secara totalitas. Cara pelatihan “Sembilan Tahap Pernapasan Buddha” begini setidaknya perlu ditekuni selama setengah tahun hingga satu tahun.

10. Tatkala pelatihan “Sembilan Tahap Pernapasan Buddha” telah berada pada tingkat mahir, maka bisa menggunakan visualisasi, sehingga tidak perlu menggunakan jari menekan lubang hidung.

Arya Maha Guru usai memperagakan Sembilan Tahap Pernapasan Buddha (pernapasan sempurna), kemudian menguraikan manfaat agung dan pahalanya :

Friday, September 27, 2013

【Koleksi Karya Tulis Arya Sheng-yen Lu】Kelahiran ‘Lu-Jun’

【盧勝彥文集精選】盧君的出生
【Koleksi Karya Tulis Arya Sheng-yen Lu】Kelahiran ‘Lu-Jun’


Ketika cucu perempuanku ‘Lu-Jun’ belum lahir, saya didalam Samadhi sudah melihat cucuku ini. Karena demikian, saya tahu dia adalah inkarnasi Bodhisattva Tingkat ke-7. Bodhisattva Bhumi ke-7 adalah “Duramgama” (遠行地/The Gone Afar), oleh karena pembinaannya terlampau mendalam memasuki 'Pengamatan Tiada Corak' 「無相觀」 (Animitta-vipasyana). Oleh sebab ini, tiada Bodhi untuk direngkuh, tiada insan untuk diselamatkan, sama sekali berada dalam totalitas kekosongan tanpa corak, tak berkembang dan tak juga merosot. Dan oleh sebab ini jugalah, ia kembali datang berinkarnasi, dengan kesengajaan memakai tubuh insan berbudi pekerti, kembali membangkitkan hati bodhicitta, memasuki tingkat ke-8 “Acala” (不動地/The Immovable), dengan demikian, barulah bisa mencapai Kesempurnaan.

Semasa Lu-Jun dalam kandungan, putraku Lu Foqi, menantuku Lu Shanni, memohon petunjuk kapan hari kelahirannya yang tepat (rencana operasi Caesar).  Saya menggerakkan jari menghitung : “bulan September di tanggal 11” (911). Saya memberitahu putra dan menantuku bahwasanya penanggalan ‘911’. Mereka seketika terperanjat. Alasan pertama, ‘911’ adalah hari bersejarah dimana gedung kembar Amerika (World Trade Center) dihantam pesawat terbang,  dihancurkan oleh kelompok teroris. Penanggalan ‘911’ ini alangkah menakutkan. Alasan kedua, ‘911’ adalah nomor telepon darurat di Amerika, jika terjadi peristiwa genting maka ditekanlah nomor telepon 911 (di Taiwan adalah 119). Untuk itu, putraku Lu Foqi, menantuku Lu Shanni, serempak beranggapan penanggalan ‘911’ ini tidak pas. Mereka memohonku kembali memilihkan hari lain. 

Mereka berdua bersikeras menolak penanggalan 911. Tak ada cara lain, saya kembali menggerakkan jari mengulangi Ramalan Dewata, tetapi jawaban tetaplah sama di ‘911’. Mereka memberitahuku, dimundurkan satu minggu pun tidak apa-apa, karena perhitungan jadwal kelahiran belum tiba. Kemudian mereka memutuskan sendiri operasi Caesar dilakukan pada tanggal 16 September. 

Tepat pada hari penanggalan ‘911’, perut Lu Shanni mulai sakit, sungguh tak tertahankan. Pagi-pagi sekali diantarkan ke ruang gawat darurat rumah sakit. Dokter berkata, anak ini akan lahir sebentar lagi. Akhirnya, memang dilahirkan. Hari itu, tepat pada waktu subuh bulan September tanggal 11. Hari ulang tahun Lu-Jun mudah sekali diingati. Karena pas ‘911’.