【盧勝彥尊者10月20日開示新聞】修證大圓滿法的四種涅槃境界
Tanggal 20 Oktober 2013, Arya Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, memimpin Maha upacara homa Hevajra.
Usai upacara Dharma, Maha Guru memperkenalkan adinata upacara homa minggu depan adalah Maha Mayuri Vidyaraja.
Maha Guru membabarkan : Maha Mayuri Vidyaraja adalah cikal bakal penetralisir racun. Karena “Merak” (Mayura) semakin beracun benda makanannya, bulu-bulunya akan menjadi semakin indah, diantara seluruh Vidyaraja yang lain Ia adalah yang paling indah nan elok, karena Ia termasuk Adinata utama di sisi maternal aliran Tantrayana.
Melatih sadhana ini bisa menetralisir racun, panjang umur dan sehat bebas leluasa. Merak adalah satu-satunya makhluk fauna yang boleh memakan racun, hakikat utamaNya ialah akan menolong insan yang tubuhnya mengandung racun.
Selanjutnya Maha Guru memperkenalkan Adinata pada upacara Dharma ini “Hevajra” : Hevajra memiliki daya kekuatan penunduk 4 jenis Mara (Catvari-Mara), yakni Mara pergolakan batin (Kilesa-Mara), Mara kematian (Mrtyu-Mara), Mara penyakit * (Skandha-Mara) dan Mara langit (Devaputra-Mara). Maha Guru sudah pernah menuliskan sebuah buku pengulasan berkenaan Hevajra (yaitu buku berjudul ‘大樂中的空性’/Sunyata dalam Maha Sukha) , didalamnya banyak menerangkan makna mendalam penekunan sadhana Hevajra, Ia bisa menyirnakan segala penyakit, menundukkan segala binatang buas, memberikan segala ratna mustika, memperoleh 8 Kuasa Maha Leluasa, menggenggam kuasa atas bumi langit beserta surya candra. Buku diktat Hevajra ini telah dibabarkan selama 5 tahun oleh Maha Guru, untuk itu pada kesempatan upacara Dharma ini tidak kembali dikupas.
(*Red: pada buku-201 ‘大樂中的空性’/Sunyata dalam Maha Sukha, Maha Guru lebih jelas menerangkan bahwa salah satu dari 4 Mara di atas disebut ‘五陰魔’: Mara Panca Skandha)
Kemudian dalam pembabaran Dharma “Sadhana 9 tingkat Dzogchen”, Maha Guru membabarkan konsep pandangan seorang sadhaka Tantrayana terhadap kehidupan dan kematian :
Sang Buddha telah membabarkan begitu banyak pengajaran berkenaan tentang pelampauan fenomena kematian, karena esensi kematian lebih penting dibandingkan hidup, di dunia ini hal yang paling adil adalah kematian, benda material dapat dimiliki akan tetapi tidak senantiasa bisa memiliki jiwa kehidupan. Maha Guru tidak memikirkan masa lampau, masa kini, masa akan datang, tidak memikirkan apapun, karena bangunan rumah semegah apapun, mobil semewah apapun sama juga akan rusak apalagi tubuh fisik manusia ; tidak menyoal sosok rupawan, buruk rupa, status terhormat ataupun yang paling hina dina, ketika ajal telah menjemput maka sukar menghindari kematian, semuanya ini adil dan sama rata. Vihara Sangharama sejati Maha Guru berada di atas langit, bukanlah berada di alam duniawi, di alam duniawi tiada Vihara yang kekal abadi, Zhenfozong, Sheng-yen Lu… Untuk itu pandangan Maha Guru sangat terbuka seluruhnya adalah baik adanya, dengan demikian musnahlah Kilesa-Mara!
Maha Guru berpandangan sebenarnya kematian adalah sejenis pembebasan. Hal yang paling adil di kolong langit ini adalah kematian, setiap orang niscaya menghadapinya, untuk itu insan hendaknya tidak gentar kepada Mara kematian, sepanjang diri anda tetap berada di dalam keteguhan hati pada Jalan Penerangan (Maggacitta) maka tiada hal apapun yang patut ditakutkan, ketika tiba saatnya secara alamiah Mulacarya, Adinata, Dharmapala anda akan datang menjemput anda, pasti memperoleh keberhasilan.
Selanjutnya, Maha Guru menerangkan 4 kondisi Nirwana pencapaian sadhana Dzogchen :
Usai upacara Dharma, Maha Guru memperkenalkan adinata upacara homa minggu depan adalah Maha Mayuri Vidyaraja.
Maha Guru membabarkan : Maha Mayuri Vidyaraja adalah cikal bakal penetralisir racun. Karena “Merak” (Mayura) semakin beracun benda makanannya, bulu-bulunya akan menjadi semakin indah, diantara seluruh Vidyaraja yang lain Ia adalah yang paling indah nan elok, karena Ia termasuk Adinata utama di sisi maternal aliran Tantrayana.
Melatih sadhana ini bisa menetralisir racun, panjang umur dan sehat bebas leluasa. Merak adalah satu-satunya makhluk fauna yang boleh memakan racun, hakikat utamaNya ialah akan menolong insan yang tubuhnya mengandung racun.
Selanjutnya Maha Guru memperkenalkan Adinata pada upacara Dharma ini “Hevajra” : Hevajra memiliki daya kekuatan penunduk 4 jenis Mara (Catvari-Mara), yakni Mara pergolakan batin (Kilesa-Mara), Mara kematian (Mrtyu-Mara), Mara penyakit * (Skandha-Mara) dan Mara langit (Devaputra-Mara). Maha Guru sudah pernah menuliskan sebuah buku pengulasan berkenaan Hevajra (yaitu buku berjudul ‘大樂中的空性’/Sunyata dalam Maha Sukha) , didalamnya banyak menerangkan makna mendalam penekunan sadhana Hevajra, Ia bisa menyirnakan segala penyakit, menundukkan segala binatang buas, memberikan segala ratna mustika, memperoleh 8 Kuasa Maha Leluasa, menggenggam kuasa atas bumi langit beserta surya candra. Buku diktat Hevajra ini telah dibabarkan selama 5 tahun oleh Maha Guru, untuk itu pada kesempatan upacara Dharma ini tidak kembali dikupas.
(*Red: pada buku-201 ‘大樂中的空性’/Sunyata dalam Maha Sukha, Maha Guru lebih jelas menerangkan bahwa salah satu dari 4 Mara di atas disebut ‘五陰魔’: Mara Panca Skandha)
Kemudian dalam pembabaran Dharma “Sadhana 9 tingkat Dzogchen”, Maha Guru membabarkan konsep pandangan seorang sadhaka Tantrayana terhadap kehidupan dan kematian :
Sang Buddha telah membabarkan begitu banyak pengajaran berkenaan tentang pelampauan fenomena kematian, karena esensi kematian lebih penting dibandingkan hidup, di dunia ini hal yang paling adil adalah kematian, benda material dapat dimiliki akan tetapi tidak senantiasa bisa memiliki jiwa kehidupan. Maha Guru tidak memikirkan masa lampau, masa kini, masa akan datang, tidak memikirkan apapun, karena bangunan rumah semegah apapun, mobil semewah apapun sama juga akan rusak apalagi tubuh fisik manusia ; tidak menyoal sosok rupawan, buruk rupa, status terhormat ataupun yang paling hina dina, ketika ajal telah menjemput maka sukar menghindari kematian, semuanya ini adil dan sama rata. Vihara Sangharama sejati Maha Guru berada di atas langit, bukanlah berada di alam duniawi, di alam duniawi tiada Vihara yang kekal abadi, Zhenfozong, Sheng-yen Lu… Untuk itu pandangan Maha Guru sangat terbuka seluruhnya adalah baik adanya, dengan demikian musnahlah Kilesa-Mara!
Maha Guru berpandangan sebenarnya kematian adalah sejenis pembebasan. Hal yang paling adil di kolong langit ini adalah kematian, setiap orang niscaya menghadapinya, untuk itu insan hendaknya tidak gentar kepada Mara kematian, sepanjang diri anda tetap berada di dalam keteguhan hati pada Jalan Penerangan (Maggacitta) maka tiada hal apapun yang patut ditakutkan, ketika tiba saatnya secara alamiah Mulacarya, Adinata, Dharmapala anda akan datang menjemput anda, pasti memperoleh keberhasilan.
Selanjutnya, Maha Guru menerangkan 4 kondisi Nirwana pencapaian sadhana Dzogchen :





















